Rabu, 06 September 2017

Benteng Malborough, Wisata Sejarah Kekinian

Benteng Malborough merupakan benteng pertahanan terbesar Inggris di kawasan asia tenggara. Benteng ini dibangun pada masa pemerintahan East India Company (EIC) di Bengkulu. Selain pernah dikuasi East India Company selama 140 tahun, benteng ini juga pernah dikuasai  Belanda tahun 1825-1940, Jepang tahun 1942-1945 dan sejak masa kemerdekaan 1945-sekarang benteng ini dikuasai oleh bangsa Indonesia. Benteng yang berada di kota Bengkulu ini merupakan salah satu warisan sejarah budaya Bengkulu yang dijadikan destinasi wisata Bengkulu. Benteng ini dibuka setiap hari, untuk masuk ke dalam benteng cukup dengan membayar Rp 5000 untuk dewasa dan Rp 3000 untuk anak-anak.

Sejarah Fort Malborough
Pembangunan Fort Malborough berlangsung selama lima tahun dibawah pimpinan empat Deputi Gubernur. Pekerjaan bangunan benteng dilakukan beberapa tahap, pertama diawali oleh Joseph Collet tahun 1712 sampai 1714. Collet membangun dinding benteng, gerbang utama, blok hunian, anjungan senjata dan bastion. Tahap berikutnya pembangunan pagar keliling, pintu masuk, blok hunian dari kayu, kantor, ruang benda berharga, hunian. Pada 24 Agustus 1714, collet menggambarkan keberhasilannya membangun Fort Malborough dalam sebuah surat “…. I shall be glad to hear what a reflections will be made in England on my assurance in christ’ning the new fort and town, I am now building MALBOROUGH….”
Pembangunan dilanjutkan oleh Thiophilus Shyllinge (1716-1717), Richard Farmer (1717-1718) dan Thomas cooke (1718). Dokumen tertulis yang melukiskan denah fort malborough tercatat pada tahun 1799. Bangunan benteng ini terdiri dari gerbang utama, dua pintu masuk, hunian khusus petinggi kongsi dagang, ruang jaga, hunian untuk konsul, pekerja, dan pencatat, gudang, sarana bendera, sumur, ruang daya dan hunian privat (prajurit).
Pada saat itu benteng ini berfungsi sebagai kantor dagang, benteng pertahanan dan pemukiman. Benteng ini berkembang menjadi sebuah kota dengan keragaman status, pekerjaan, profesi dan aktivitas penghuninya. Dikatakan bahwa cikal bakal kota Bengkulu bermula dari Fort Malborough ini. Selain itu benteng ini juga berfungsi sebagai benteng pertahanan Inggris di Hindia Timur tahun 1741-1749.

Karakteristik Bangunan
Fort Malborough menempati lahan seluas 44.100,5 m2 , panjang 204,5 m dan lebar 170,5 m. Benteng ini dibangun di tanah yang tinggi. Untuk meninggikan tanah tersebut dibuat kanal-kanal yang berfungsi untuk mempersulit akses masuk ke benteng. Lantai benteng terbuat dari marmer hitam yang masih memperlihatkan sisa-sisa moluska pada permukaannya. Marmer ini khusus didatangkan dari Madras India. Dinding benteng memiliki ketebalan yang berbeda antara bagian luar dan dalam. Material dari dinding ini berupa campuran kapur, pasir dan susunan bata. Atap benteng berbantuk datar merupakan ciri khas struktur atap iklim Eropa.
Sementara struktur atap limasan akulturasi desain Barat dan Timur. Genteng atap berasal dari Palembang dan Batavia. Pada beberapa bagian benteng masih terdapat lukisan pabrik asal genteng; Tan Liok Tjau Batavia Java; Stoon-Panen (v) Fabriek ven Echt; Tick El Werken, Palembang; Petrus Recout & Co Maastrich.

Fort Malborough sebagai bangunan benteng terdiri dari beberapa bagian bangunan sesuai dengan kaidah benteng. Sampai saat ini Fort Malborough dianggap memiliki bagian bangunan yang lengkap sebagaimana mestinya sebuah benteng. Bangunan ini memiliki Ravelin, Bastion, Curtine, Glacis, dan Day Moat (parit kering).

Garnisun Eropa dan Madras Sepoy
Fort Malborough sebagai benteng pertahanan dilengkapi oleh armada militer, dalam terminilogi kongsi dagang (East India Company) disebut dengan garnisun. Garnisun East India Company sebagian besar didatangkan dari India dan London, walaupun ada juga yang berasal dari penduduk lokal (Bencoolen). Masing-masing armada memiliki atribut berbeda-beda sesuai dengan asal armadanya. Kehadiran armada militer di Fort Malborough dilengkapi dengan persenjataan militer dalam rangka mengantisipasi berbagai serangan, baik dari penduduk lokal maupun bangsa Eropa lainnya. Persenjataan militer yang masih dapat ditemui di benteng saat ini adalah meriam dan peluru yang masih terjaga dengan baik.
Deretan Meriam Peninggalan EIC


Selain digunakan sebagai tempat wisata bersejarah, benteng ini juga memiliki spot-spot yang bisa digunakan untuk berfoto yang menarik loh.
1. Landmark Fort Malborough

Tulisan Fort Malborough ini terletak dibagian luar benteng yang menghadap ke pantai tapak paderi. Landmark ini dibangun sekitar lebih dari satu tahun yang lalu, bersamaan dengan pembangunan ruang pameran yang ada di bagian dalam benteng. Belum lengkap rasanya jika belum berfoto di landmark ini jika berkunjung ke Fort Malborough. Untuk berfoto di sini kita tidak akan dipungut biaya alias gratis.

2. Pintu masuk Benteng Malborough


Selain landmark tadi, pintu masuk benteng Malborough juga menjadi spot foto favorit pengunjung. Terdapat jembatan yang menghubungkan pintu masuk dengan gerbang utama benteng.

3. Deretan Ruang Tahanan
Photo By @Komikendy

Deretan ruang tahanan yang menjadi saksi bisu kehidupan benteng dimasa lalu ini juga bagus untuk dijadikan tempat berfoto yang instagramable.

4. Rumah Bekas Hunian

Rumah bekas hunian di dalam benteng ini memiliki jendela-jendela dengan bentuk zaman dahulu (kuno) yang masih terawat dengan baik dan tentu saja bisa dijadikan salah satu referensi tempat untuk berfoto.

5. Bagian Atas Benteng

Selain di bagian bawah dari benteng, kita juga bisa mendapatkan spot foto yang bagus di bagian atas benteng. Oh ya jika ingin berfoto di bagian atas benteng ini disarankan pagi atau sore, karena jika siang hari bagian atas benteng ini akan terasa sangat panas.

Selain spot-spot foto yang kekinian, di dalam benteng Malborough juga terdapat fasilitas yang dapat digunakan sebagai petunjuk atau keterangan tentang benteng dari masa lalu.
1. Ruang Pameran

Replika ilustrasi soekarno yang menolak permintaan Belanda untuk merancang tugu peringatan

Terdapat dua ruang pameran di dalam benteng Malborough. Di dalam ruang pameran terdapat benda-benda bersejarah sejak zaman pendudukan EIC di Bengkulu. Mulai dari mata uang yang bertuliskan Malborough yang merupakan mata uang khusus yang digunakan di Bengkulu saat itu. Ada juga surat perintah kerajaan Inggris untuk pemimpin EIC di Bengkulu, bongkahan peluru meriam, dll. Di ruang pameran tersebut juga terdapat replika patung soekarno dan salah seorang pemimpin Belanda yang meminta soekarno merancang tugu peringataan untuk Belanda. Soekarno menolak dengan halus dengan cara meletakkan tiga buah bongkahan batu sebagai rancangan pembangunan tugu tersebut. Selain itu masih banyak benda-benda bersejarah dan keterangan petunjuk yang berkaitaan dengan benteng ini dari zaman pembangunan hingga zaman kemerdekaan.

2. Ruang Audio Visual

Saat ini baru saja di launching ruang audio visual di dalam benteng Malborough. Ruangan ini menyerupai ruang bioskop yang dapat menampung sekitar 30 orang. Di ruangan ini pengunjung dapat menyaksikan video tentang sejarah masuknya East India Company ke Bengkulu, pembangunan benteng, masa pendudukan benteng yang dikuasai mulai dari East India Company, Belanda, Jepang hingga zaman kemerdekaan. Beruntung banget karena Blogger Bengkulu mendapat undangan dari Media Center Provinsi Bengkulu untuk dapat menyaksikan pemutaran video di ruang audio visual ini.

Nah itu tadi penjelasan tentang benteng Malbrough yang bisa dijadikan referensi tempat wisata sejarah. Selain mendapatkan pengetahuan tentang sejarah dari benteng Malborough ini, di sini kita juga bisa mendaptkan spot-spot foto yang kekinian dan tentunya instagramable. Oh iya, benteng Malborough ini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi. Kenapa BPCB Jambi? Karena Provinsi Bengkulu masuk ke dalam lingkup kerja dari BPCB Jambi bersama dengan provinsi Sumatra Selatan, Bangka Belitung dan Jambi. Selain benteng Malborough ada juga rumah Pengasingan Bung Karno yang dapat dikunjungi untuk berwisata sejarah. Yuk wisata sejarah. Siapa lagi yang akan mencintai sejarah bangsa sendiri kalo bukan kita?



10 komentar:

  1. Bentengnya emang keren.. kalo ke daerah lain, kondisi bentengnya banyak yang sudah tidak terpelihara lagi

    BalasHapus
  2. Belum pernah masuk ruang audiovisualnya..someday, hopefully..

    BalasHapus
  3. benteng Marlborough memang top markotop, aku seirng lho ke sana. syaang waktu itu belum kerudungan jadi fotonya pada aku hapus hehehee

    BalasHapus
  4. pengen ke ruang audio visual ny >.<

    BalasHapus
  5. Ruang Audiovisulnya bikin penasaran,,,,baru soalnya

    BalasHapus
  6. Aku juga kepengin lihat audio visual nya nih. Jadi penasaran

    BalasHapus
  7. ini bener-bener taman yang enak untuk rekreasi, bisa belajar sejarah juga. mantap pokoknya.

    BalasHapus
  8. Mesti banget melestarikan warisan sejarah yang ada di Bengkulu. Pengen masuk ruang audiovisual di Benteng duh.

    BalasHapus
  9. Kekinian dan bernilai sejarah . .

    BalasHapus