Rabu, 27 September 2017

Kopi Gading Cempaka, Si Hitam yang Melegenda

Kalian suka ngopi? Kalo iya, sini kita toss!


Aku suka kopi dan kalo traveling salah satu yang aku cari ya kopi. Selalu pengen cobain kopi dari berbagai daerah di Indonesia karena setiap daerah memiliki ciri khas kopi yang berbeda. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik dunia, bahkan kopi termahal di dunia berasal dari Indonesia loh!

Banyak teman yang bertanya kenapa aku suka ngopi. Alasan pertama, karena kopi satu-satunya penolong saat aku ngantuk disaat tugas dan deadline numpuk. Alasan kedua, kopi bisa menyatukan orang dari berbagai kelas sosial. Contohnya nih, waktu aku ke Jogja dan mempir ke salah satu warung kopi kecil di pinggir jalan, ternyata yang datang ke warung kopi itu bukan hanya berasal dari ekonomi menengah ke bawah, tapi juga orang dari ekonomi menengah ke atas. Selain itu, kopi juga mempertemukan aku dengan teman-teman baru dengan asal dan cerita yang baru.


Baca Juga: (JerukKalamansi Sebagai Produk Unggulan Provinsi Bengkulu)

Kalian yang suka kopi, sini yuk main ke Bengkulu! Bengkulu merupakan salah satu provinsi penghasil kopi di Indonesia. Sini aku kenalin sama kopi premium khas Bengkulu, namanya kopi Gading Cempaka. Kopi robusta dan arabika yang memiliki kenikmataan kopi khas Bengkulu yang terlahir dari proses panjang dan tradisi perawatan yang sudah turun temurun. Iya turun temurun! Karena sudah ada sejak tahun 1920, jadi sudah melegenda banget.

Kita semua tahu lah ya untuk mendapatkan sesuatu yang bagus butuh proses panjang, gak bisa instan. Nah, sama dengan kopi gading cempaka yang butuh proses panjang dalam pengolahan.

Proses Produksi
Kopi gading cempaka yang sudah melegenda ini prosesnya gak main-main loh guys. Penuh kesabaran dan ketelatenan tingkat tinggi dalam proses pengolahannya. Apa aja prosesnya? Sini aku jelasin.

1. Pertama kopi ini dipilih dari buah kopi yang telah merah. Jadi yang diambil sebagai bahan dasar kopi ya yang sudah benar-benar matang.

2. Kedua, dilakukan proses sortasi tahap pertama. Sortasi tahap pertama ini untuk memastikan bahwa yang dipetik tidak ada cherry (buah kopi) yang busuk selain itu juga untuk memisahkan dengan cherry-cherry yang belum matang tapi ikut terpetik.

3. Ketiga, dilakukan penjemuran yang dilanjutkan dengan pengupasan kulit.

4. Keempat, dilakukan sortasi tahap kedua hingga benar-benar menjadi biji kopi pilihan. Sortasi kedua ini memisahkan biji kopi hitam, rusak karena gilingan, dll hingga bersih.

5. Kelima, dilakukan lagi sortasi tahap ketiga untuk memastikan kembali bahwa tidak ada lagi biji kopi hitam atau rusak, karena biasanya masih ada yang luput dari sortasi tahap kedua, sehingga perlu dilakukan sortasi lagi.

6. Selanjutnya dilakukan roasting.

7. Setelah roasting, dilakukan sortasi lagi untuk membuang biji kopi yang terlihat pucat atau tidak sama dengan biji-biji kopi lainnya. Lalu didiamkan selama 12-24 jam untuk membuang gas yang terkandung di dalamnya.

8. Lalu dilakukan penggilingan (penghalusan)

9. Setelah halus kopi didiamkan selama 15-30 menit untuk menghilangkan gas.

10. Terakhir dilakukan pengemasan.

Nah panjang kan prosesnya? Jadi gak heran sih hasinya juga oke banget. Ingat ya proses gak akan penghianati hasil. Sama seperti proses untuk menghasilkan kopi gading cempaka yang panjang ini hingga menghasilkan cita rasa kopi yang khas. Itulah mengapa kopi gading cempaka ini dikategorikan sebagai kopi premiumnya Bengkulu. Oh ya, fyi nih guys, pendiaman pasca roasting selama 12-24 jam dan pendinginan selama 15-30 menit bertujuan untuk menjaga kualitas rasa.

Rasa

Apapun itu, rasa adalah hal yang penting banget. Kamu yang suka kopi pasti bisa dong bedain mana kopi yang enak dan mana yang nggak? Saat pertama kali coba kopi gading cempaka ini, duh rasanya buat aku jatuh cinta! Dari aroma kopinya aja wangi banget dan saat aku minum (tanpa gula) rasanya memang pahit (ya iyalah kan robusta!) tapi nggak sepahit kopi robusta yang pernah aku cobain sebelumnya.

Aku pernah cobain kopi robusta sebelumnya dan rasanya itu seperti ada campuran jagung (nggak murni kopi asli), tapi kopi robusta gading cempaka ini berasa banget asli kopi tanpa ada campuran lainnya. Wajar sih kalo rasanya enak banget. Oh ya, pertama kali cobain kopi ini pas aku ngantuk dan pusing banget, tapi setelah minum kopi rasa ngantuk dan pusing langsung hilang. Kamu yakin gak mau coba? Nanti nyesel loh.

Pengemasan

Pertama kali lihat kopi ini saat famtrip Festival Bumi Rafflesia 2017 beberapa bulan lalu. Kebetulan masing-masing peserta famtip diberi souvenir dan salah satunya kopi gading cempaka. Melihat kemasan yang berbeda dari kopi lainnya, mbak Ani Berta (salah satu senior blogger) bilang, “bagus ya kemasannya, saya suka nih”.

Iya, salah satu yang aku suka banget dari kopi gading cempaka ini adalah kemasannya. Warna hitam, simple dan itu elegan banget. Salain itu ada goody bag nya jadi nggak perlu kantong plastik lagi. Nah ini salah satu cara mengurangi penggunaan kantong plastik. Damn I love it! Konsep go green emang harus dimulai dari hal-hal kecil seperti ini nih. Selain bisa untuk konsumsi sendiri, kopi gading cempaka ini juga cocok banget dijadikan oleh-oleh dari Bengkulu.

Harga
Untuk harga kopi kelas premium seperti ini, harga dari kopi gading cempaka sangat terjangkau Rp 30.000 per 200 gram untuk robusta premium dan Rp 20.000 per 100 gram untuk arabika premium. Harga segitu dengan rasa kopi yang nikmat dan dihasilkan dari proses yang panjang, duh worth it banget deh.

Kalo kamu ke Bengkulu, jangan lupa cobain kopi ini ya. Oh ya kalo mau kenalan lebih jauh atau mau pesan si hitam yang melegenda ini kamu bisa menghubungi kontak berikut ya.
WA: 08117321611/ 081995850700
Facebook: Kopi Gading Cempaka
Twitter: @kopigadingID
Instagram: @kopigadingcempaka
www.kopigadingcempaka.com

48 komentar:

  1. Kemasan bagus sekali ya mbak, selain kopinya yg alami

    BalasHapus
  2. Saya suka kemasannya sebelum nyicipnye

    BalasHapus
  3. Abi Nawra gk suka kopi, sekali waktu mau saya cobain kopi ini biar dia beda.

    BalasHapus
  4. harganya masih masuk akal ya mba :D kalo terlalu murah takutnya banyak campuran dan kalo kemahalan nggak ada yang beli

    BalasHapus
  5. Wah keren nih kopinya. Boleh deh dicoba :)

    BalasHapus
  6. Baru tau nih, pasti Suami pengen coba kopi ini

    BalasHapus
  7. Panjang juga ya mb prosesnya. Tapi asal rasanya tidak mengecewakan..ya pasti akan tetep jadi istimewa.

    Yang paling aku suka dr kopi, aromanya mba. Cuma sayangnya...perutku perih klo abis ngopi. Jd sekarang jarang... Klo pas pngen bnget aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak aku juga suka banget aromanya, berasa bisa menenangkan gitu mbak.
      Wah harus hati-hati kalo gitu mbak. Emang agak dilema ya klo suka kopi tapi buat perih di perut, hmmm

      Hapus
  8. Ckckck... 4x shortasi. Gimana gak bagus kualitasnya.. Prosesnya terbaik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga awalnya kaget pas tau klo prosesnya panjang banget sampe 4x sortasi. Wajar ya kalo kualitasnya bagus

      Hapus
  9. Dari proses yang panjang itu, menghasilkan rasa kopi yang berkualitas baik... Super!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya proses berbanding lurus dengan hasil hehe

      Hapus
  10. Udah dicobain ke semua orang di rumah, dan pada suka sama kopinyaa.. Hihi ^^

    BalasHapus
  11. eh, mak salah fokus dek. tetengok foto orang yang terpesona tengok kopi itu heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo foto yg bagus kan udh biasa mbak, jdi kali ini cari yg gak biasa hehehe

      Hapus
  12. Duh aku mau coba dong kayaknya sedap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cobain deh mbak, eh tapi hati" ya nanti ketagihan hehe

      Hapus
  13. Aku suka minum kopi dicampur susu mental nangis dan gula pasir rasanya pasti lebih enak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kopi susu dong zaaa jadinya hahha
      tapi emang enak banget sih klo digituin yaa

      Hapus
  14. Aku suka kopinya, beda dengan yang lain. kopi gading cempaka lebih hitam dan rasanya nikmat dan khas. ENAAAKK :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kujuga sukaa kak kopinya. Emang enak banget

      Hapus
  15. wahh,, belum pernah cobain. Jadi penasaran sama rasanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus cobai mbak Ambar. Beneran deh enak

      Hapus
  16. Salam kenal, kak. Aku juga suka traveling dan kopi, tapi harus pakai gula sih haha. Mudah-mudahan bisa segera ke Bengkulu, karena harga tiketnya juga murah. Btw kopi robusta dengan sensasi jagung, mirip kopi Sidikalang yang pernah saya minum. Ada sensasi kacangnya gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak salam kenal juga. Aku juga klo minum kopi pake gula sih kak, itu yg gak pake gula cuma buat cobain aja kopinya enak atau nggak hehe. Ayoo kak ke Bengkulu, kabarin ya klo ke Bengkulu hehe.
      Aku belum pernah cobain yg ada rasa kacangnya, pengen coba deh. Oh ya ada juga yg rasa durian, tapi honestly sih aku lebih suka yg rasa original haha *ndeso

      Hapus
  17. ada kopi baru laginih, kayaknya harus saya coba juga nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus cobain kak. Tapi hati" ya nanti ketagihan hehe

      Hapus
  18. Kopi, selalu keren kalo dibahas dengan konsep apapun. Karena memang dengan kopi hidup jadi lebih berarti. 🤓

    Keren nih Kopi gading cempaka, bahan utamanya benar-benar menggunakan kopi yang sudah siap panen. Rasanya pasti mantab.

    Terimakasih, sharingnya. Salam hangat dari Bondowoso.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak. Dengan kopi hidup jadi lebih berarti.
      Iya enak banget kopinya kak, wajar sih ya.
      Salam juga dari Bengkulu

      Hapus
  19. wakakakak. keren amat foto pembukanya. kreatif.

    BalasHapus
  20. Ini baru melegenda, mantaf jiwaa

    BalasHapus
  21. saya juga suka kopi mbak. tapi kalau jalan2 gak cari kopi sih hehe. walau memang tahu tiap kopi diberbagai daerah punya ciri khas masing2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha kan tergantung selera juga mas ��

      Hapus
  22. nanti kalau ke bengkulu, mau coba cari brand kopi ini ah.

    BalasHapus