Senin, 23 Oktober 2017

Film My Generation-Problematika Antara Anak dan orang Tua di Zaman Now



Berbicara tentang anak-anak remaja zaman sekarang atau saat ini lebih dikenal dengan sebutan kids zaman now tentu ada banyak hal yang sangat berbeda dengan masa remaja kita. Bahkan beberapa tingkah laku mereka ada yang cenderung keluar dari aturan dan norma. Mereka melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Namun disisi lain, tentu saja ada faktor yang menyebabkan mereka melakukan tindakan tersebut. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap tindakan dan tingkah laku anak. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap pembentukan tingkah laku anak.
Tidak sedikit kenakalan remaja berawal dari lingkungan keluarga. Mulai dari kurangnya perhatian dari orang tua karena mereka terlalu sibuk bekerja, broken home, orang tua yang terlalu memaksakan kehendak hingga orang tua yang selalu berburuk sangka kepada anak. Kejadian-kejadian ini adalah realita yang benar-benar terjadi, namun tidak banyak orang yang perduli. Hal ini sudah dianggap biasa, padahal ini merupakan kejadian serius dan sangat berdamapak terhadap tumbuh kembang anak.
Berbagai permasalahan yang dialami orang tua dan remaja inilah yang ingin diangkat oleh sutradara Upi dan IFI Sinema untuk membuka mata kita akan permasalah serius ini. Sebuah karya yang dikemas dalam film My Generation akan memberikan pelajaran berharga untuk orang tua dan juga anak-anak khususnya para remaja. Demi menghasilkan karya yang benar-benar terjadi di kehidupan sehari-hari ini, sutradara Upi melakukan riset selama 2 tahun tentang perkembangan kids zaman now. Mulai dari perilaku sehari-hari hingga perilaku dan eksistenti para remaja di dunia maya. Mbak Upi ini sebelumnya  telah sukses mensutradarai film 30 Hari Mencari Cinta, My Stupid Boss dan masih banyak film-film keren lainnya. 
Film My Generation ini bercerita tentang persahabatan empat anak SMU bernama Zeke, Konji, Suki dan Orly. Cerita dalam film ini diawali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah hingga mereka dihukum dan tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka memiliki cara lain untuk mengisi liburan mereka dan tentu saja mereka tidak mau begitu saja orang-orang yang menghukum mereka menjadi puas.
Liburan sekolah yang terkesan tidak mewah, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka. Keempat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula.

Karakter Tokoh Utama Film My Generation

Orly perempuan yang keritis, pintar dan berperinsip. Ia sedang dalam masa pemberontakan akan kesetaraan gender dan hal-hal lain yang melebeli kaum perempuan. Salah satunya tentang keperawanan. Orly berusaha mendobrak dan menghancurkan label-label negatif yang sering diberikan kepada perempuan. Di luar itu Orly bersalah dengan ibunya yang single parent yang sedang berpacaran dengan pria yang jauh lebih muda. Bagi Orly gaya hidup sang ibu tidak sesuai dengan umurnya.


Suki perempuan yang paling cool diantara teman-temannya. Selayaknya anak muda pada umumnya Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha ia sembunyikan. Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negatif kepadanya.


Zake, pemuda pendiam rebellious tapi juga easy going dan sangat loyal pada sahabat-sahabatnya, ternyata memendam masalah yang sangat besar dalam hatinya. Zake merasa kedua orang tuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya. Untuk menyembuhkan luka yang dipendamnya, Zake harus berani mengkonfrontasi orang tuanya dan membuka pintu komunikasi yang selama ini terputus diantara mereka.


Konji, pemuda polos dan naïf. Disaat mengalami dilemma dengan masa pubertasnya, ia merasa ditekan oleh aturan orang tuanya yang sangat kolot dan over protective. Hinga ada satu peristiwa yang membuatnya shock. Hal itu membuat kepercayaannya pada orang tuanya hilang dan Konji balik mempertanyakan moralitas orang tuanya yang sangat kontradiktif dengan aturan yang mereka tuntut terhadap Konji.
  Dalam film My Generation ini, sutradara Upi tidak hanya penampilkan pemain pendatang baru, namun juga menggandeng pemain senior untuk beradu akting seperti Tyo Pakusadewo, Surya Saputra, Ira Wibowo, Indah Kalalo, Karina Suwandhi, Joko Anwar dan Aida Nurmala. Tentunya ini membuat film My Generation semakin menarik untuk ditonton tidak hanya bagi remaja tapi juga bagi orang tua.

Mengapa Orang Tua Wajib Nonton?
    Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak dan akan membentuk karakter anak. Jika kebanyakan film menceritakan tentang sikap anak kepada orang tua, justru film My Generation ini menceritakan hal yang sebaliknya. Film ini  mengangkat cerita tentang sikap orang tua terhadap anak. Ini sebenarnya peringatan bagi orang tua untuk bisa sadar terhadap realitas anak-anak zaman millenial yang kritis, kreatif dan tidak suka sesuatu yang mengikat. Terlebih sikap yang sok moralistis, sedangkan perilaku orang tua justru sebaliknya.
    Terkadang sikap dan perilaku orang tua yang justru memberikan ide kepada anak-anak untuk menjadi anak yang nakal. Orang dewasa yang seharusnya menjadi panutan bagi anak justru memberikan contoh perilaku yang tidak seharusnya mereka lakukan, namun disisi lain justru mereka melarang anak untuk melakukan hal tersebut. Film ini mengajak orang tua lebih peka untuk memandang anak sebagai subyek, bukan objek yang selalu dijejali dengan teori-teori yang justru dalam kenyataannya tidak bisa dicontohkan oleh orang tua.
    Sebagi orang tua, calon orang tua dan anak kita bisa belajar banyak hal dari film My Generation yang akan tayang pada 9 November 2017 di bioskop. Belajar untuk bersikap sebagaimana mestinya sesuai dengan peran masing-masing dari kita agar tidak ada yang merasa tersiksa atau terbebani karena tingkah laku yang dianggap tidak sesuai.


1 komentar:

  1. Aku-aku-aku mau nonton juga! Ga mau ketinggalan mau nonton film mengenai kids zaman now >.<

    BalasHapus