Top Social

Rabu, 24 Oktober 2018

4 Jenis Fitting yang Sering Dipakai untuk Pipa


Kalian di rumah pasti punya saluran dari pipa dong? Nah kalau sudah begini pasti butuh banget yang nama fitting. Oh ya kalian semua sudah pada tahu tentang fitting? Kalo para laki-laki mungkin kebanyak sudah paham tentang ini, namun yang perempuan banyak loh yang belum paham tentang fitting ini. Sebenarnya kita para perempuan juga perlu tahu nih tentang ini, jadi tidak harus selalu menunggu yang cowok dong ya.


Fitting sangat berperan dalam sebuah sistem perpipaan. Salah satu komponen perpipaan yang memiliki fungsi untuk mengubah aliran, menyebarkan aliran, membesar atau mengecilkan aliran.  Berikut jenis-jenis sambungan yang bisa menjadi solusi untuk menyambung pipa di rumah.

1. Elbow
Sumber Foto: Rucika

Sumber Foto: Rucika

Elbow merupakan jenis sambungan yang pertama. Elbow berfungsi untuk membelokkan arah aliran. Hampir sama seperti tikungan, elbow ini bertugas untuk membelokkan aliran fluida. Elbow memiliki dua jenis yang paling dikenal masyarakat, yaitu 45 dan 90 derajat.

Agar dapat memperoleh sudut di selain sudut tersebut, terkadang elbow tersebut dipotong. Kamu bisa juga menggunakan dua elbow yang disatukan untuk memperoleh sudut tertentu. Di pasaran, elbow dibagi menjadi dua tipe, tipe sort radius dan long radius.

Pada umumnya tipe long radius yang sering dipakai. Tipe ini memiliki diameter belokan 1.5 kali NPS (Nominal Pipe Size-nya). Ada juga yang sampai dengan 3D atau bahkan 6D yang biasa digunakan untuk flare. Elbow pada umumnya memiliki diameter yang sama antara masukan dan keluaran, meski ada juga yang memiliki ukuran berbeda atau disebut reducing elbow.

Selain itu, ada satu komponen fitting yang mirip elbow. Fungsinya sama untuk membelokkan aliran, namun dibuat dari potongan pipa atau biasa disebut dengan miter. Kamu bisa menggunakan ini jika membutuhkan pipa yang berbelok dengan sudut tertentu.

2. Tee
Sumber Foto: Rucika

Tee bertugas untuk membagi aliran. Bentuknya memiliki cabang. Biasanya cabang ini memiliki ukuran yang sama dengan ukuran pipa utamanya. Seringkali disebut dengan straight tee. Sedangkan jika berbeda, sebutannya reducing tee. 

Tee ini bisa dianalogikan sebagai pertigaan. Ada tee yang tidak tegak lurus, tapi membentuk sudut 45 derajat. Tee jenis ini dikenal dengan Lateral Tee yang penggunaanya biasanya untuk pressure yang rendah. Dalam sambungan juga ada yang mirip perempatan. Biasanya disebut dengan crosses. Namun pengunaannya sangat jarang dan hanya untuk space yang terbatas. 

3. Reducer
Sumber foto:  Rucika

Reducer,
sesuai namanya, merupakan jenis yang bertugas untuk me-reduce (mengurangi) aliran fluida. Ukuran pipanya saja yang berkurang. Reducer ini memiliki fungsi menggabungkan pipa dari diameter yang lebih besar ke diameter kecil atau sebaliknya. Dalam reducer ini, kamu akan mengenal dua jenis reducer yaitu concentrik reducer dan satu lagi adalah eccentrik reducer.

4. Stub-in
Stub-in merupakan jenis sambungan yang fungsinya mirip dengan tee, yaitu membagi aliran. Pada tee item terpisah, terdapat penggabungan beberapa pipa. Sedangkan kalau stub-in, percabangan langsung dari pipa utamanya yang fungsinya menggantikan reducing tee. 
Nah, jadi kalau kamu memiliki masalah dalam menyambung pipa di rumah, jangan lupa ketahui jenis fitting yang tepat untuk digunakan. Pemilihan yang tepat akan membantumu lebih cepat menyambung pipa. Selain itu, setiap sambungan tidak bisa dipasang secara sembarangan agar tidak membuat pipa pecah.

Be First to Post Comment !
Posting Komentar