Kamis, 19 Oktober 2017

Daikin, Pilihan AC yang Nyaman dan Hemat Energi

Miss kelasnya panas banget!”
Kata salah seorang murid ketika AC di ruang kelas sedang rusak.
AC (Air Conditioner) sudah menjadi sebuah barang kebutuhan sehari-hari untuk kenyamanan beraktivitas. Hal ini dikarenakan suhu udara yang semakin meningkat. Namun penggunaan AC lama-kelamaan berdampak buruk bagi lingkungan karena akan membuat lapisan ozon menipis. Berutung sekarang telah ada AC Daikin yang tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, tetapi juga AC hemat energi dan memberikan kenyamanan. Mengapa? Alasannya sebagai berikut:
Photo by: www.daikin.co.id

1.  Ramah Lingkungan
AC Daikin telah menggunakan refrigeran generasi baru R-32. Refrigeran ini memiliki dampak pemanasan global yang lebih rendah karena tidak mengikis lapisan ozon sehingga dampak pemanasan global semakin kecil.

2. Hemat Energi dan Pengoperasian Senyap
Sebagai pengguna AC tentunya kita ingin memiliki AC yang dapat beroperasi secara senyap dan hemat energi. Teknologi dari AC Daikin ini memiliki jawaban atas keinginan kita tersebut.
COP 3,30 atau lebih
AC Daikin dari model 1,5 sampai 6,0 KW memberikan COP tinggi diatas 3,15. Angka COP yang tinggi dari AC mengindikasikan betapa efisien unit tersebut menggunakan daya listrik. Sehingga AC akan semakin hemat energi.
Operasi Senyap
AC dengan tingkat suara yang tinggi tentu sangat mengganggu bukan? AC Daikin ini memiliki tingkat tekanan suara rendah dari 28 dB (A) untuk unit operasi indoor dan 49 dB (A) untuk unit operasi outdoor.  28 db (A) ini sangat senyap bahkan dengan tingkat kesenyapan tersebut kita bisa mendengar bisikan.

3. Pengendali Aliran Udara yang Nyaman
AC Daikin memiliki beberapa pengendali aliran udara, yaitu:
Pengoperasian Powerful Baru
Fitur ini akan sangat membantu bila kita ingin segera menyesuaikan temperatur ruangan dengan temperatur setting.
Power-Airflow Dual Flaps
Power-Flaps aliran udara ganda dapat merapatkan udara yang keluar selama operasi pendinginan untuk memberikan udara dingin ke sudut ruangan.
Vertical Auto-Swing (up and down)
Fungsi ini secara otomatis turut bergerak ke atas dan ke bawah untuk mendistribusikan udara diseluruh ruangan.
Horizontal Auto-Swing (left and right)
Horizontal auto-swing akan secara otomatis menggerakkan kisi-kisi ke kiri dan kanan.
3D Airflow
3D airflow merupakan gabungan vertical dan horizontal auto-swing untuk sirkulasi udara ke setiap bagian ruangan untuk pendinginan merata bahkan untuk ruang yang luas.
Wide-Angle Louvers
Wide-angle louvers melengkung menyediakan cakupan aliran udara yang luas untuk operasi pendinginan yang efektif dimanapun unit indoor ditempatkan.

4. Penghilang Bau, Debu dan Bakteri
Selain membutuhkan AC yang dapat mendinginkan udara, tentunya kita juga butuh AC yang dapat membuat udara di ruangan menjadi bersih dan sehat. AC Daikin sudah menggunakan pemurni udara Photocatalytic yang merupakan teknologi penghilang bau dan anti bakteri.
Titanium Apatite Photocatalytic Air-Purifying Filter
Filter udara dengan Photocatalystic dapat menyerap partikel mikroskoptik dan menghilangkan bakteri. Filter ini memiliki bidang aktif yang luas yang secara efektif membersihhkan udara dalam jumlah yang lebih banyak.
Filter Penyaring Udara dengan Fungsi Penghilang Bau Photocatalystic
Filter ini mampu menangkap partikel halus bahkan menghilangkan bakteri dan mempunyai area permukaan aktif yang besar serta efektif membersihkan volume udara yang tinggi untuk mengkondisikan ruangan seperti yang diinginkan.

    Nah sudah jelas kan mengapa AC Daikin hemat energi dan memberikan kenyamanan? Karena itulah kalau AC ya Daikin pilihannya. 


Referensi:
www.daikin.co.id

Rabu, 27 September 2017

Kopi Gading Cempaka, Si Hitam yang Melegenda

Kalian suka ngopi? Kalo iya, sini kita toss!


Aku suka kopi dan kalo traveling salah satu yang aku cari ya kopi. Selalu pengen cobain kopi dari berbagai daerah di Indonesia karena setiap daerah memiliki ciri khas kopi yang berbeda. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik dunia, bahkan kopi termahal di dunia berasal dari Indonesia loh!
Banyak teman yang bertanya kenapa aku suka ngopi. Alasan pertama, karena kopi satu-satunya penolong saat aku ngantuk disaat tugas dan deadline numpuk. Alasan kedua, kopi bisa menyatukan orang dari berbagai kelas sosial. Contohnya nih, waktu aku ke Jogja dan mempir ke salah satu warung kopi kecil di pinggir jalan, ternyata yang datang ke warung kopi itu bukan hanya berasal dari ekonomi menengah ke bawah, tapi juga orang dari ekonomi menengah ke atas. Selain itu, kopi juga mempertemukan aku dengan teman-teman baru dengan asal dan cerita yang baru.

Kalian yang suka kopi, sini yuk main ke Bengkulu! Bengkulu merupakan salah satu provinsi penghasil kopi di Indonesia. Sini aku kenalin sama kopi premium khas Bengkulu, namanya kopi Gading Cempaka. Kopi robusta dan arabika yang memiliki kenikmataan kopi khas Bengkulu yang terlahir dari proses panjang dan tradisi perawatan yang sudah turun temurun. Iya turun temurun! Karena sudah ada sejak tahun 1920, jadi sudah melegenda banget.
Kita semua tahu lah ya untuk mendapatkan sesuatu yang bagus butuh proses panjang, gak bisa instan. Nah, sama dengan kopi gading cempaka yang butuh proses panjang dalam pengolahan.

Proses Produksi
Kopi gading cempaka yang sudah melegenda ini prosesnya gak main-main loh guys. Penuh kesabaran dan ketelatenan tingkat tinggi dalam proses pengolahannya. Apa aja prosesnya? Sini aku jelasin.
1. Pertama kopi ini dipilih dari buah kopi yang telah merah. Jadi yang diambil sebagai bahan dasar kopi ya yang sudah benar-benar matang.

2. Kedua, dilakukan proses sortasi tahap pertama. Sortasi tahap pertama ini untuk memastikan bahwa yang dipetik tidak ada cherry (buah kopi) yang busuk selain itu juga untuk memisahkan dengan cherry-cherry yang belum matang tapi ikut terpetik.
3. Ketiga, dilakukan penjemuran yang dilanjutkan dengan pengupasan kulit.

4. Keempat, dilakukan sortasi tahap kedua hingga benar-benar menjadi biji kopi pilihan. Sortasi kedua ini memisahkan biji kopi hitam, rusak karena gilingan, dll hingga bersih.
5. Kelima, dilakukan lagi sortasi tahap ketiga untuk memastikan kembali bahwa tidak ada lagi biji kopi hitam atau rusak, karena biasanya masih ada yang luput dari sortasi tahap kedua, sehingga perlu dilakukan sortasi lagi.
6. Selanjutnya dilakukan roasting.
7. Setelah roasting, dilakukan sortasi lagi untuk membuang biji kopi yang terlihat pucat atau tidak sama dengan biji-biji kopi lainnya. Lalu didiamkan selama 12-24 jam untuk membuang gas yang terkandung di dalamnya.
8. Lalu dilakukan penggilingan (penghalusan)
9. Setelah halus kopi didiamkan selama 15-30 menit untuk menghilangkan gas.
10. Terakhir dilakukan pengemasan.
Nah panjang kan prosesnya? Jadi gak heran sih hasinya juga oke banget. Ingat ya proses gak akan penghianati hasil. Sama seperti proses untuk menghasilkan kopi gading cempaka yang panjang ini hingga menghasilkan cita rasa kopi yang khas. Itulah mengapa kopi gading cempaka ini dikategorikan sebagai kopi premiumnya Bengkulu. Oh ya, fyi nih guys, pendiaman pasca roasting selama 12-24 jam dan pendinginan selama 15-30 menit bertujuan untuk menjaga kualitas rasa.

Rasa

Apapun itu, rasa adalah hal yang penting banget. Kamu yang suka kopi pasti bisa dong bedain mana kopi yang enak dan mana yang nggak? Saat pertama kali coba kopi gading cempaka ini, duh rasanya buat aku jatuh cinta! Dari aroma kopinya aja wangi banget dan saat aku minum (tanpa gula) rasanya memang pahit (ya iyalah kan robusta!) tapi nggak sepahit kopi robusta yang pernah aku cobain sebelumnya.
Aku pernah cobain kopi robusta sebelumnya dan rasanya itu seperti ada campuran jagung (nggak murni kopi asli), tapi kopi robusta gading cempaka ini berasa banget asli kopi tanpa ada campuran lainnya. Wajar sih kalo rasanya enak banget. Oh ya, pertama kali cobain kopi ini pas aku ngantuk dan pusing banget, tapi setelah minum kopi rasa ngantuk dan pusing langsung hilang. Kamu yakin gak mau coba? Nanti nyesel loh.

Pengemasan

Pertama kali lihat kopi ini saat famtrip Festival Bumi Rafflesia 2017 beberapa bulan lalu. Kebetulan masing-masing peserta famtip diberi souvenir dan salah satunya kopi gading cempaka. Melihat kemasan yang berbeda dari kopi lainnya, mbak Ani Berta (salah satu senior blogger) bilang, “bagus ya kemasannya, saya suka nih”.
Iya, salah satu yang aku suka banget dari kopi gading cempaka ini adalah kemasannya. Warna hitam, simple dan itu elegan banget. Salain itu ada goody bag nya jadi nggak perlu kantong plastik lagi. Nah ini salah satu cara mengurangi penggunaan kantong plastik. Damn I love it! Konsep go green emang harus dimulai dari hal-hal kecil seperti ini nih. Selain bisa untuk konsumsi sendiri, kopi gading cempaka ini juga cocok banget dijadikan oleh-oleh dari Bengkulu.

Harga
Untuk harga kopi kelas premium seperti ini, harga dari kopi gading cempaka sangat terjangkau Rp 30.000 per 200 gram untuk robusta premium dan Rp 20.000 per 100 gram untuk arabika premium. Harga segitu dengan rasa kopi yang nikmat dan dihasilkan dari proses yang panjang, duh worth it banget deh.

Kalo kamu ke Bengkulu, jangan lupa cobain kopi ini ya. Oh ya kalo mau kenalan lebih jauh atau mau pesan si hitam yang melegenda ini kamu bisa menghubungi kontak berikut ya.
WA: 08117321611/ 081995850700
Facebook: Kopi Gading Cempaka
Twitter: @kopigadingID
Instagram: @kopigadingcempaka

Jumat, 15 September 2017

Yuk Cycling, Rafting dan Trekking di Bali!

Liburan udah jadi kebutuhan pokok terutama untuk yang hobi traveling dan orang yang butuh liburan karena suntuk dengan kerjaan. Contohnya aku nih ya yang rajin banget cek jadwal untuk cari celah biar bisa “kabur” sebentar. Nah, kalo ngomongin liburan, Bali jadi salah satu destinasi wisata popular di Indonesia. Kenapa? Duh nggak usah ditanya lagi deh! Ini salah satu provinsi yang berhasil mengembangkan pariwisatanya. Provinsi lain perlu nih belajar dari Bali dalam pengembangan pariwisata, termasuk provinsiku Bengkulu, harus banget belajar dari Bali untuk mensukseskan visit Bengkulu 2020. Jadi kalo aku ke Bali itu pengen liburan dan belajar juga.
Oh ya, kalo ngomongin tentang Bali apa sih yang langsung terbayang di pikiran kalian? Pantai? Pura?
Yes! Bali memang identik dengan pantai dan pura nya ya. Tapi tau gak sih kalo di Bali juga ada banyak perbukitan, tebing dan sungai? Ada loh! Iyaa ada!
Itu loh di Nusa Penida! Ini bisa jadi tempat tujuan wisata yang unik dan berbeda dari biasanya yang ada di Bali. Banyak banget tempat-tempat wisata alam yang bagus dan pastinya instagramable banget, seperti Broken Beach, Crystal Bay Beach, Angel’s Baillabong, Pulau Kelingking, Pantai atuh, dan masih banyak lagi.  
 Oh ya, di sini itu pantainya cantik banget dengan air lautnya yang biru dan dikelilingi tebing dan juga batu karang. Dan yang gak kalah keren lagi, di Nusa Penida ini ada yang namanya bukit teletubbies (jadi inget waktu kecil sering banget nonton film ini :D). Duh jadi pengen banget ke Bali, karena aku belum pernah ke sana hehehe
Eh tapi kalo ke Bali cobain wisata yang lebih gak biasa dari biasanya pasti lebih seru deh ya? Aku pengen banget cycling, rafting and trekking di sana.

Cycling

Credit to @balifunky

“Cuma mau cycling doang ngapain jauh-jauh ke Bali?” Kata temenku saat aku cerita pengen cycling di Bali.
Iya sih kalo cuma cycling doang di Bengkulu juga bisa. Tapi ya pasti beda lah suasananya. Aku pengen cari suasana yang berbeda dari biasanya. Kalo di Bengkulu biasanya cycling di sepanjang Pantai Panjang. Iya Pantai Panjang namanya! Karena pantainya panjaaang banget dengan garis pantai 7 KM. Nah kalo di Bali pengen dapet suasana yang berbeda dan bertemu orang dengan budaya yang berbeda juga. Tau gak sih kalo traveling dan bisa belajar budaya masyarakat setempat itu adalah sebuah kenikmatan yang hakiki!

Rafting

Credit to @balifunky

Seperti yang aku bilang tadi Bali juga punya sungai. Sungainya ini airnya putih dan juga punya air terjun yang bagus. Nah di sini kita bisa rafting loh. Aku pengen banget bisa cobain rafting di sini. Main air sambil ketawa-ketiwi walaupun gak tau yang diketain itu apa dan ciprat-cipratan air kayak masa kecilnya kurang bahagia rame-rame sama temen. Pastinya bakalan seru banget.

Tracking

Credit to @balifunky

Kalo yang satu ini nih kalo ngajakin temen-temenku banyak yang gak mau. Alasannya capek lah, panas lah, dan masih banyak lagi. Mereka lebih suka jalan-jalan ke Mall. Duh kalo aku sih bye banget! Aku suka banget jalan kaki. Apalagi kalo lagi keluar kota. Rasanya pengen banget menjelajahi setiap gang di kota itu dengan jalan kaki. Karena setiap gang memberikan cerita dan suasana yang berbeda.
Sama seperti di Bali ini. Pengen banget bisa jalan kaki apalagi kalo tracking nya bener-bener bersentuhan langsung dengan alam. Misalnya tracking di tengah hamaran sawah yang hijau dan subur di Bali. Wah pasti bakalan seru banget. Karena selain menyenangkan, melihat hamparan sawah yang membentang luas dan berwarna hijau pastinya sangat menyegarkan mata. Liat yang hijau-hijau mah gak bakalan buat mata lelah ya.

Karena cinta gak hanya sebatas kata tapi juga rasa dan pengorbanan. Sama kayak Bali yang gak hanya sebatas pantai tapi ada banyak wisata yang lainnya. Btw dua kalimat itu gak nyambung yaa hahaha
Nah itu tadi yang pengen aku lakukan kalo ke Bali dan pastinya gak ketinggalan pengen ke pantai juga ya. Karena Bali tanpa pantai, bagaikan sayur tanpa  garam hehe. Eh ada satu lagi ding! Pengennya kalo ke Bali bareng kak Pungky, mau makan nasi goreng sepiring berdua (lagi) seperti waktu Famtrip di Bengkulu yang walaupun udah makan sepiring berdua tapi tetep aja nasgor nya gak habis karena kita udah kenyang banget hahaha.  Kalo kalian ke Bali mau ngapain?

Sabtu, 09 September 2017

Wisata Sejarah Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Soekarno:
“Fat, kekasihku yang manis. Kartu pos ini kutuliskan tengah-tengah malam, sepulangku dari jamuan yang hendak berangkat. Pikiran dan hatiku terbayangkan engkau.”

Fatmawati
“Meski Betawi kota yang kaya, Bengkulen adalah kota. Janganlah lupakan dan tinggalkan.”

Begitulah bunyi surat cinta yang dituliskan bung Karno untuk ibu Fatmawati.
Bengkulu merupakan titik awal pertemuan bung Karno dengan ibu Fatmawati yang kemudian menjadi istri ketiga beliau sekaligus ibu negara pertama Indonesia. Bung Karno diasingkan di Bengkulu tahun 1938-1942 setelah sebelumnya diasingan di Ende, Flores. Saat diasingkan di Bengkulu, beliau ditemani istri keduanya, Inggit Ganarsih dan kedua anak angkatnya, Ratna Djuami dan Sukarti/Kartika serta seorang pembantu bernama Riwu.

Rumah pengasingan bung Karno pertama kali dibangun tahun 1918, sebelum bung Karno diasingkan di Bengkulu. Rumah ini merupakan rumah seorang pedagang keturunan Tionghoa bernama Tjang Tjeng Kwat yang merupakan salah satu penyuplai bahan pokok untuk Belanda. Setelah masa kemerdekaan, bangunan ini pernah dijadikan sebagai markas perjuangan (Markas RRI), rumah tinggal AURI, Stasiun RRI, dan terakhir Kantor Pengurus KNPI Dati I dan II.


Rumah yang sekarang beralamat di jalan Soekarno-Hartta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu ini dipengaruhi oleh tiga kebudayaan, yaitu Indonesia (Bengkulu), Tiongkok dan Eropa. Rumah ini sudah tiga kali mengalami renovasi, namun tidak mengubah bentuk asli dari rumah tersebut.  
Salah satu sudut rumah pengasingan Bung Karno bergaya Eropa

Di rumah pengasingan tersebut terdapat ruang kerja bung Karno yang masih terawat dengan baik. Pada ruangan tersebut terdapat buku-buku yang pernah dibaca bung Karno selama pengasingannya di Bengkulu. Buku-buku tersebut berjumlah 333 judul buku berbahasa Inggris, Belanda dan Mandarin. Pada bagian ruang tamu, terdapat kursi tamu kuno namun kondisinya masih bagus dan juga sepeda ontel yang dahulu dipakai bung Karno selama di Bengkulu.
Ruang Kerja Bung Karno


Buku-buku Bung Karno

Sepeda Bung Karno

Rumah ini memiliki dua kamar. Satu kamar merupakan kamar tidur bung Karno dan ibu Inggit dan kamar lainya merupakan kamar dari Ratna Djuami dan Sukarti/Kartika. Saat tinggal di rumah bung Karno, Fatmawati juga tidur di kamar ini bersama anak angkat Soekarno dan Inggit Ganarsih ini. Di rumah ini juga terdapat kostum dari perkumpulan sandiwara monte carlo asuhan bung Karno dan Inggit Ganarsih beserta para sahabatnya, A.M. Hanafi, Zahari Tani dan Manaf Sofian.
Tempat tidur Bung Karno dan Inggit

Tempat tidur Ratna Djuami dan Kartika 

Kostum Monte Carlo

Pada bagian belakang rumah terdapat beranda belakang yang terbuka dengan halaman yang luas. Di sana juga terdapat kamar pembantu, gudang dan sumur tua yang konon jika cuci muka di sumur tersebut dipercaya bisa awet muda.
Sumur tua 

Beranda belakang rumah Bung Karno


Awal mula kisah cinta bung Karno dan Fatmawati
Saat diasingkan di Bengkulu, bung Karno kedatangan tamu dari keluarga Hassan Din, tokoh muhammadiyah asal Curup, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Hassan Din membawa serta anak perempuannya yang pada saat itu masih belia bernama Fatmawati. Inilah yang manjadi awal mula pertemuan bung Karno dan Fatmawati. Dalam pertemuan ini Hassan Din mengutarakan maksudnya pada bung Karno untuk mengajar di sekolah Muhammadiyah dan beliau menyetujuinya.
Fatmawati

Fatmawati yang juga bersekolah di sekolah tersebut lalu tinggal bersama bung Karno dan keluarganya di rumah bung Karno. Ia menjadi sahabat Ratna Djuami dan tidur bersama di kamar yang sama.
Siapa sangka, bung Karno menaruh hati pada Fatmawati dan hal ini sangat sulit diterima oleh Inggit. Ibu Inggit sangat marah dan kecewa pada saat bung Karno mengutarakan niatnya ingin menikahi Fatmawati karena beliau ingin mempunyai anak dari keturunannya sendiri (bung Karno tidak memiliki anak kandung dari Inggit). Dengan tegas Inggit mengatakan bahwa ia minta diceraikan karena tidak ingin dimadu.
Bung Karno dan ibu Inggit Ganarsih

Begitu pula dengan Fatmawati, ia tidak ingin dipoligami. Ia baru akan menerima pinangan bung Karno jika beliau sudah resmi bercerai dengan Fatmawati. Pada 1942 bung Karno resmi bercerai dengan Inggit dan setahun kemudian 1943 beliau menikah dengan Fatmawati. Dari pernikahannya dengan Fatmawati, bung Karno memiliki lima orang anak, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.
Fatmawati menjadi ibu negara pertama Indonesia dan merupakan penjahit bendera pusaka merah putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Beliau adalah seorang istri presiden pertama Indonesia yang melahirkan presiden kelima Indonesia, yaitu Megawati Soekarnoputri.
Saat ini rumah pengasingan Bung Karno menjadi salah satu warisan sejarah budaya Bengkulu di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, karena Bengkulu masuk dalam wilayah kerja BPCB Jambi bersama dengan provinsi Sumatra Selatan, Jambi dan Bangka Belitung. Pada tanggal 2 September lalu Blogger Bengkulu mendapatkan undangan dari Media Center Provinsi Bengkulu untuk berkunjung ke rumah pengasingan bung Karno ini. Selain berwisata kita juga akan menambah pengetahuan sejarah saat berkunjung ke rumah pengasingan ini.
Yuk berwisata sejarah! Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mencintai sejarah bangsa kita?


Facebook: Cagar Budaya Jambi
Twitter : @cgarbudayajambi
Instagram: @cagarbudayajambi





Blogger Bengkulu (Bobe)

Blogger Bengkulu (Bobe)

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan