Rabu, 02 Agustus 2017

Puncak Perayaan Milad Pertama Blogger Bengkulu



Ada yang tahu gak sih gimana anak-anak yang berumur 1 tahun? Yup! Anak-anak umur 1 tahun itu lagi banyak-bayaknya belajar dan rasa ingin tahunya tinggi. By the way, belum lama ini tepatnya 30 Juli 2017 kemaren Blogger Bengkulu (Bobe) baru merayakan ulang tahun (milad) yang pertama, namun bobe ini dibentuk pada 1 Juli 2016 karena belum sempat dirayakan tepat pada hari berdirinya jadi perayaannya sedikit tertunda. Blogger Bengkulu didirikan oleh umi Mildaini, mbak Ria M Fasha dan mbak Intan.
Sama seperti anak-anak berumur 1 tahun, bobe saat ini masih dalam poses tumbuh dan belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik lagi tentunya, mulai dari belajar tentang blogging hingga belajar memanfaatkan blog untuk sesuatu yang menghasilkan. Awalnya tidak mudah untuk mencari blogger-blogger di Bengkulu, karena blogger sendiri pada saat itu belum terlalu terkenal seperti sekarang.


Balik lagi ke perayaan milad bobe nih, jadi puncak milad 1 blogger Bengkulu kemaren dilaksanakan di pantai panjang atau lebih tepatnya di villco café, itu loh salah satu café kopi hits di Bengkulu, letaknya di jalan Pariwisata Pantai Panjang Bengkulu (tidak jauh dari sport center Bengkulu). Acara ini dihadiri oleh bapak Kadis Kominfo TIK Bengkulu Edy Prawisnu, SH, M.Hum, owner villco, seluruh anggota blogger Bengkulu dan masih banyak lagi.


Acara milad ini diawali dengan kata sambutan ketua bobe, yaitu umi Mildaini dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kadis Kominfo TIK Bengkulu yang sekaligus membuka secara resmi acara ini. Nah, seperti acara-acara milad lainnya, milad bobe ini juga ada acara potong tumpeng. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh bapak kadis kominfo TIK Bengkulu untuk diserahkan kepada ketua bobe.
Oh iya milad bobe kali ini banyak bagi-bagi hadiah loh dan ada juga beberapa nominasi. Alhamdulillah banyak banget sponsor yang mendukung acara milad bobe ini seperti villco, sophie, Kopi biji salak, Brownies, kangen water, dll jadi banyak dapet hadiah untuk dibagiian sama temen-temen yang beruntung. Selain itu pada miladnya yang pertama ini bobe memiliki beberapa nominasi, seperti jagoan kopdar award, promosing Bobe, One day One Post star, bintang #NulisSerempak, blogger muda berprestasi, dan juga top nomination.  
Setiap foto selalu rusuh :D

Acara milad ini ditutup dengan sesi foto bareng. Nah ini nih kalo udah foto bareng pasti rusuh. Bukan bobe namanya kalo foto barengnya gak rusuh, tapi itulah keseruan dari setiap kopdar Bobe. Semoga dengan bertaambahnya usia ini kedepannya bobe menjadi semakin lebih baik dan lebih berkontribusi untuk Bengkulu. Selain itu semoga para anggota bobe makin rajin nulis yaa. Sekali lagi, HAPPY BIRTHDAY BLOGGER BENGKULU. Semangat!


Tulisan ini untuk menjawab tantangan @NulisSerempak dari Blogger Bengkulu dengan tema #PuncakMilad1BloggerBengkulu #BloggerBengkulu

Senin, 31 Juli 2017

Mas Harun Bastari yang Bikin Susah Move On

Karena fotonya dari jauh dan rame-rame jadi kelihatannya kecil banget
Photo by: @ichan.dgmc

Bengkulu merupakan kota kecil yang menyimpan banyak pesona, selain dua puspa langka yang kemaren aku ceritain di postingan sebelumnya (baca disini), Bengkulu juga memiliki taman bunga yang akan memanjakan mata. Letaknya di Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Jika dari kota Bengkulu kita akan mengabiskan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan. Curup merupakan salah satu dataran tinggi di Bengkulu karena letaknya di kaki bukit barisan. Selain itu tanah di daerah ini juga subur, maka gak deh heran jika banyak tanaman yang tumbuh subur di daerah ini.
Seperti yang sudah pernah aku bahas di postingan sebelumnya, jalan menuju Curup ini akan melewati kelok Sembilan. Sesuai namanya, jalan di sini banyak berkelok-kelok, jadi ada baiknya minum obat anti mabuk untuk yang sering mabuk perjalanan. Tapi untuk yang tidak mabuk perjalanan, jalan menuju Curup akan sangat menyenangkan dan memanjakan mata. Kita akan di suguhi oleh pemandangan pegunungan, hutan lindung yang masih sangat asri dan lahan pertanian yang semuanya berwarna hijau. Pemandangan yang sudah sangat jarang ditemui di daerah perkotaan.
Oh iya, sebelumnya ada yang sudah pernah lihat taman bunga Chideung di Bandung atau taman bunga selecta di Malang? Nah Bengkulu juga taman bunga seperti itu loh, namanya taman bunga Inaya. Taman bunga ini tepatnya berada di jalan raya Curup-Lubuk Linggau dan tepat bersebalahan dengan danau Mas Harun Bastari. Selain itu di dekat taman bunga ini juga terdapat kebun strawberry, jadi pengunjung bisa memetik strawberry langsung dari kebunnya dengan seizin pengelolah kebun tentunya.
Taman bunga inaya ini dipersiapkan untuk garden flower festival 2018 dan visit Bengkulu 2020. Sekarang
taman bunga ini terus berbenah dan menambah koleksi bunga meskipun bunga yang ditanam di sini sudah beraneka macam, seperti bunga matahari, bunga jengger ayam, bunga kerokot, bunga aster, dll. Selain itu di taman bunga ini juga ada rumah pohon, kalo kita naik ke rumah pohon tersebut, kita bisa meilihat pemandangan danau Mas Harun Bastari dan taman bunga dari ketinggian.



Beberapa macam bunga di kebun bunga Inaya

Udara yang sejuk dan pemandangan yang memanjakan mata dijamin akan membuat kita betah untuk berlama-lama berada di sini. Oh iya dari taman bunga ini kita juga bisa melihat sengkedan untuk lahan pertanian dari kejauhan. Warnanya yang hijau membuat mata tidak akan bosan melihatnya. Biaya masuk ke kebun bunga ini murah banget loh guys, cuma Rp 10.000. Hanya dengan 10.000 aja bisa lihat pemandangan sebagus ini. Tapi hati-hati kalo udah ke danau Mas Harun Bastari dan ke taman bunga Inaya ini, nanti kamu susah move on  karena udah dibuat nyaman *eh haha
Selain itu nih ya, di taman bunga ini kalian akan menemukan banyak sekali spot-spot foto yang instagram able banget. Jadi untuk para selebgram harus banget deh ke sini atau mungkin mau buat video ala-ala sang princess yang lagi dikelilingi banyak bunga-bunga :D. Satu hal yang aku suka banget dari penataan taman bunga ini adalah adanya jarak antar bunga untuk tempat jalan, jadi kita gak akan menginjak bunga-bunga kalo mau foto. Nah, yang harus kalian patuhin nih ya guys ‘ Jangan Memetik Bunga’ so please guys jaga banget dan tolong banget gak ngerusak ya, karena yang belum sempet datang mau foto-foto juga sama bunga yang cantik-cantik itu.
Bisa foto-foto tanpa nginjek bunga karena ada jarak antar bunga

Spot foto yang langsung mengarah ke danau Mas Harun Bastari
Para bunga desa dan teman-temannya yang lagi foto diantara bunga-bunga :D

Oh ya, ada lagi yang penting dan kalian harus tahu, untuk sampai ke sini gak ada kendaraan umum, misalnya angkot, karena memang belum ada transportasi umum menuju daerah ini. Kebanyakan pengunjung menggunakan kendaraan pribadi seperti motor, mobil atau bila pergi berombongan bisa menyewa bus dan ada juga yang menggunakan mobil travel. Kalo biaya travel sendiri dari kota Bengkulu sekitar Rp 50.000 aja kok.
Disekitar taman bunga ini sudah menyediakan beberapa penginapan, tapi jumlahnya masih terbatas. Saat menjelang tahun baru, tepatnya malam tahun baru banyak yang mengabiskan malam pergantian tahun dengan menyewa penginapan di sini. So guys, kalian kapan mau ke sini?



Jumat, 28 Juli 2017

Ini Loh Bedanya Bunga Rafflesia dan Bunga Bangkai

Hallo semua..
Postingan kali ini aku akan membahas tenang bunga Rafflesia dan bunga bangkai. Nah, banyak banget nih yang mengira bunga Rafflesia adalah bunga bangkai. Padahal kedua bunga tersebut beda jauh loh. Oh iya pada tahu kan kalo bunga Rafflesia dan bunga bangkai ini adalah bunga endemik yang banyak ditemui di Provinsi Bengkulu? Hayoo masih inget gak pelajaran SD dulu?
Aku merasa beruntung banget karena saat famtrip Festival Bunga Rafflesia 2017 kemaren berkesempatan melihat langsung kedua puspa langka ini. Kedua bunga ini hanya bertahan hidup 7-10 hari dan jarang banget orang bisa melihat bunga ini mekar dengan bagus sekaligus dalam satu kali perjalanan. Beruntung banget kan aku dan teman-teman peserta famtip?
Saat hari pertama famtrip agenda kami adalah mengunjungi danau Mas Harun Bastari di Curup. Perjalanan kami melewati kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan hijau yang masih asri banget. Oh iya untuk menuju ke Curup ini kami melewati pegunungan dengan jalan yang berliku-liku. Mungkin ini asal mula jalan tersebut disebut Liku Sembilan. Jadi untuk yang kalian yang mabuk perjalanan sebaiknya minum obat anti mabuk dulu sebelumnya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit tiba-tiba bus kami mengurangi kecepan dan berhenti. ‘jangan-jangan busnya rusak nih’ pikirku. Salah seorang pemandu turun untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata ada bunga Rafflesia yang lagi mekar. Kami pun diminta untuk turun agar bisa melihat bunga tersebut secara langsung.
Di pinggir jalan tempat Rafflesia mekar ada sebuah spanduk putih bertuliskan ‘Rafflesia Mekar’.
Spanduk di pinggir jalan jika ada Rafflesia yang mekar

Bunga Rafflesia yang kami lihat ini mekar di Jalan Lintas KM 49  hutan lindung Taba Penanjung, Bengkulu Tengah. Ada beberapa penjaga bunga Rafflesia di sana. Setiap bunga Rafflesia selalu ada yang menjaga untuk melindungi dari orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak bunga ini.
Track menuju bunga Rafflesia

Harus bergantian untuk foto bersama Rafflesia
Photo by @ichan.dgmc

Untuk sampai lokasi mekarnya Rafflesia kami harus berjalan ke dalam hutan sekitar lebih dari seratus meter. Jalannya menurun dan agak licin karena habis hujan, sehingga harus berhati-hati. Selain itu untuk melihat secara langsung pun harus mengantri satu persatu karena tempatnya sempit. Tapi itu semua gak ada apa-apanya dan terbayar lunas dengan kebahagian bisa melihat bunga Rafflesia secara langsung.
Seperti yang aku katakan di atas, bunga Rafflesia berbeda ya dengan bunga Bangkai. Sekarang aku jelaskan satu persatu.

Bunga Rafflesia
Bunga Rafflesia merupakan bunga parasit dan tidak memiliki batang pohon. Bunga ini menempel dan mendapatkan makanan pada tumbuhan inang yang disebut  Tentrastigma. Bunga ini hanya mekar selama 7-10 hari. Bahkan jika sering hujan bunga ini akan semakin cepat layu. Dalam bahasa masyarakat setempat, yaitu bahasa Rejang, bunga Rafflesia disebut bunga Kejei yang artinya tempat sirih.  
Rafflesia Arnoldi

Ciri khusus dari bunga Rafflesia adalah bentuknya yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Ada empat jenis Rafflesia yang tumbuh di Bengkulu, yaitu rafflesia Arnoldi, Gadutansis, Halsetti dan Bengkuluensis. Sedangkan Rafflesia yang paling sering mekar di Bengkulu adalah jenis Rafflesia Arnoldi. Bunga ini bisa  tumbuh dengan diameter 1m dengan berat hingga 10 kg. Rafflesia yang kami lihat saat famtrip kemarin memiliki diameter 65 cm dengan berat sekitar 8 kg. Semakin besar diameter bunga maka bunga tersebut akan tumbuh semakin jauh ke dalam hutan.
Oh iya, rafflesia ini tidak berbau busuk seperti yang sering dibicarakan orang-orang. Bunga ini berbau anyir seperti bau darah
Tidak jauh dari bunga rafflesia yang sudah mekar, ada bongkol atau calon bunga Rafflesia yang masih menguncup. Bentuknya bulat seperti bola sepak takraw. Bunga ini akan mekar sekitar 3 bulan lagi, itu pun jika tidak mati dimakan ulat atau serangga.
Bongkol atau calon bunga Rafflesia


Bunga Bangkai (Amorphopallus Titanum)
Setelah melihat bunga Rafflesia, sore harinya setelah pulang dari Curup kami menuju konservasi bunga Bangkai atau nama latinnya Amorphopallus Titanum. Konservsi bunga Bangkai ini terletak di desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang KM 54 Bengkulu. Taman konservasi ini adalah milik Bapak Holidin yang sekaligus menjadi penjaga bunga Bangkai karena bunga tersebut tumbuh di atas tanah milik Pak Holidin.
Bunga bangkai ini berwarna krem pada bagian yang menjulang dan bagian luarnya, serta berwarna keunguan pada mahkotanya. Sekilas saat mekar bunga ini seperti bunga terompet. Berbeda dengan rafflesia yang melebar, bunga ini memiliki tangkai yang menjulang tinggi. Bunga bangkai yang kami lihat ini memiliki tinggi kurang lebih 2,5 m. Jika Rafflesia berbau seperti darah, bunga bangkai ini memiliki bau busuk. Masyarakat setempat sering menyebut bunga ini dengan nama bunga kibut.
Amorphopallus Titanum


Bunga bangkai ini adalah tanaman berjenis umbi yang tumbuh dari fase vegetatif ke generatif secara bergantian. Pada fase vegeratif, bunga ini berasal dari umbi yang muncul kuncup batang tunggal dan setelah beberapa bulan akan mekar menjadi bunga.
fase vegetatif dan generatif bunga Bangkai

Setelah bunga layu (kecuali tangkai bunga) akan muncul buah-buah berwarna merah dan memiliki biji untuk selanjutnya dapat disemai. Namun, jika dari biji bunga bangkai ini membuthkan waktu yang lama bahkan hingga puluhan tahun untuk tumbuh dan berbunga.
Nah, itu tadi penjelasan tentang bunga Rafflesia dan bunga bangkai. Jadi jelas ya guys bunga Rafflesia dan bunga bangkai itu berbeda.

Oh iya kalau kalian ingin mencari informasi tantang bunga Rafflesia dan bunga bangkai yang sedang mekar kalian bisa menghubungi Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu (ig: @kpplbengkulu)

Kamis, 27 Juli 2017

Famtrip Membawa Para Blogger Kece ke Bengkulu

Bengkulu merupakan provinsi kecil dengan penduduk paling sedikit di pulau Sumatra. Banyak orang di luar sana yang belum mengetahui Bengkulu. Meskipun dibesarkan di Bengkulu, nyatanya masih banyak yang belum saya ketahui tentang provinsi ini. Namun saya beruntung karena dan lima teman dan blogger bengkulu bisa menjadi peserta famtrip selama tiga hari di Bengkulu bersama teman-teman traveler blogger Indonesia. Mau tau siapa aja para blogger tersebut? Baca disini..
Famtrip ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Festival Bumi Rafflesia 2017. Saya bersama teman-teman blogger melakukan perjalanan ke berbagai tempat di Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan tanggal 21-23 Juli 2017. Famtrip ini dilaksanakan dibawah Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Alesha Tour serta bekerja sama dengan Bengkulu Heritage Society sebagai pemandu wisata.

(Baca Juga: Festival Bumi Rafflesia (FBR) 2017)

Day 1
Baru ketemu beberapa detik udah langsung selfe aja :D.
Photo by @astinsoekanto

The tour would begin.
Photo by @zefpron.saputra

Kegiatan kami diawali dengan penjemputan peserta famtrip dari luar kota di Bandara Fatmawati Soekarno pada tanggal 21 Juli 2017 pukul 08.30. Setelah mereka datang kami pun langsung melanjutkan perjalanan menuju kabupaten Rejang Lebong yang memakan waktu sekitar 3 jam menggunakan bus SAN. Setelah diperjalanan sekitar 40-50 menit bus kami berhenti di hutan lindung liku 9, Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Awalnya kami mengira terjadi masalah pada bus tersebut, tapi ternayata pemandu wisata kami mengatakan bahwa ada bunga rafflesia yang sedang mekar sehingga kami diminta turun agar bisa melihat secara langsung puspa langkah tersebut.
Bunga rafflesia yang kami lihat tumbuh sekitar 100 meter di dalam hutan. Di Bengkulu sendiri ada empat jenis rafflesia yang sering tumbuh, yaitu Raffelsia Arnoldi, Gadutensis, Halsetti, dan Bengkuluensis. Bunga yang kami lihat saat famtrip kemaren adalah jenis rafflesia arnoldi dengan diameter 65 cm. Rafflesia biasanya mekar 7-10 hari, kalau cuaca sering hujan maka bunga akan cepat layu. Nah saat kami lihat kemaren bunga baru mekar pada hari ke 3. 
Rafflesia Arnlodi

Setelah melihat bunga rafflesia kami melanjutkan perjalanan menuju Curup, Kabupaten Rejang Lebong yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Sesampainya di kota Curup bus kami berhenti di masjid agung Curup untuk melaksakan sholat Jum’at bagi yang cowok dan sholat zuhur bagi yang cewek. Setelah itu baru kami melanjutkan perjalanan ke rumah makan Lesehan Pancur untuk makan siang.
Nah setelah itu kami menuju ke taman bunga yang terletak di perbatasan Curup-Lubuk Linggau, tepatnya di jalan raya Curup-Lubuk Linggau. Taman bunga ini bernama Taman Bunga Inaya yang letaknya bersebelahan dengan Danau Mas Harun Bastari dan kebun strawberry. Ada banyak macam bunga yang ditanam di taman ini, mulai dari bunga matahari, bunga krokot, kenikir, dll. Taman bunga ini dipersiapkan untuk garden flower festival 2020 dan menyambut ulang tahun ke 52 Provinsi Bengkulu.
Karena fotonya rame-rame dan jaraknya jauh jadi mukanya pada gak jelas :D
Photo by @ichan.dgmc

Setelah puas berkeliling dan berfoto di taman bunga, kami melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kepahiang, yaitu ke hutan konservasi Bunga Bangkai, Amorphopallus Titanium. Sesampainya di sana sudah ada seorang penjaga bunga bangkai tersebut, sayangnya kami sampai di hutan konservasi sudah sore sehingga tidak bisa berlama-lama berada di sini karena hari sudah mulai gelap.
Amorphopallus Titanum

Bus kami pun melanjutkan perjalanan ke Restoran Setia Utama Kepahiang untuk makan malam dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Bengkulu. Rombongan famtrip kami sampai di Bengkulu pukul 22.00 dan langsung menuju Hotel Amaris tempat kami menginap. Perjalanan hari ini sangat berkesan dan menyenangkan. Kami sangat beruntung karena bisa melihat dua puspa langka dalam sekali perjalanan, selain itu cuaca juga sangat cerah. Menurut pemandu wisata, di hutan konservasi tersebut sering terjadi hujan bahkan dalam sebulan bisa 20 harinya turun hujan.
Day 2
          Hari kedua famtrip kami diawali dengan sarapan di hotel. Kegiatan hari ini dimulai 09.00, namun saya dan beberapa teman blogger (mbak Ani Berta, mbk Astin, kak Olive dan mbak linda) langsung menuju pantai panjang. Setelah pukul 09.00 WIB kami menuju sport center untuk meliput di finish line triathlon. Di sini kami bisa bejalan-jalan untuk mengeksplor Pantai Panjang yang merupakan pantai terpanjang di Indonesia dengan garis pantai yang mencapai 7 KM. Oh iya, beberapa teman blogger membeli gorangan (rajungan, ikan layur, dll) dengan harga 3 buah 10.000. Kata mereka itu murah banget haha.
Pukul 11.45 kami kembali ke hotel untuk bersiap-siap menuju Marola Resto yang merupakan salah satu rumah makan yang menyediakan makanan khas Bengkulu. Sesampainya di sana kami langsung disuguhi berbagai macam see food, dan makanan khas Bengkulu, seperti  tempoyak, pendap, dll. Setelah solat zuhur kami melanjutkan perjalanan menuju meseum daerah Bengkulu di jln. Pembangunan Padang Harapan.
Photo by @ichan.dgmc

Tempoyak udang

Pendap

Meseum ini menyimpan berbagai macam benda-benda bersejarah di Bengkulu, seperti replika tongkat raja Bengkulu, bermacam-macam rumah adat dari berbagai suku di Bengkulu, pelaminan khas Bengkulu, huruf kaganga, batik basurek kuno, dll. Selain benda-benda bersejarah, museum ini juga menyadikan deskripsi dari masing-masing kabupaten dan kota di Bengkulu. Bengkulu sendiri memiliki 9 kabupaten dan 1 kota, dimana tiap kabupaten memiliki bahasa daerahnya sendiri. Sedangkan bahasa pemersatu di provinsi ini adalah bahasa melayu Bengkulu.
Museum Bengkulu
Photo by @ichan.dgmc

Salah satu replika rumah adat yang ada di museum Bengkulu

Perjalanan kami dilanjutkan dengan menghadiri festival kopi di sport center. Festival ini diikuti dengan bermacam-macam brand kopi lokal Bengkulu, seperti kopi mangkuraja, villco, gading cempaka, dll. Kami pun berkesempatan mencicipi kopi arabika manguraja. Tidak banyak waktu yang kami habiskan di sini karena harus melanjutkan perjalanan menuju rumah pengasingan Bung Karno.  
Rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Rumah pengasingan Bung Karno terletak di jalan Soekarno Hatta kelurahan anggut atas kota Bengkulu. Desain rumah ini dipengaruhi oleh tiga budaya, yaitu Bengkulu, China, dan Belanda. Setelah diasingkan di Ende, Flores, Bung Karno selanjutnya diasingkan ke Bengkulu tahun 1934-1938. Rumah ini menyimpan buku-buku bacaan Bung Karno, sepeda ontelnya, kostum perkumpulan sandiwara monte carlo yang didiran Bung Karno, tempat tidur yang dipakai Bung Karno dan ibu Inggit Ganarsih. Selain itu di belakang rumah ini juga terdapat sumur tua yang dipercaya bisa mendatangkan jodoh jika mencuci muka disumur tersebut.
Tari Persembahan Bengkulu

Perjalanan kamipun dilanjutkan menuju Benteng Malborough. Sesampainya di benteng kami disambut dengan tarian persembahan Bengkulu dan juga pertunjukan musik dol. Benteng ini merupakan benteng pertahanan peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara yang dibangun oleh East India Company tahun 1713-1719 dibawah pimpinan gubernur Joseph Callet. Bangunan benteng ini masih berdiri kokoh meskipun sudah berumur lebih dari 200 tahun.
Dalam benteng ini terdapat tiga makam pemimpin Inggris yang tewas di bunuh di Bengkulu, yaitu Charles Murray, Thomas  Parr, dan Robert Hamilton. Selain itu di dalam benteng juga terdapat ruang-ruang bekas tahanan, meriam peninggalan Inggris, dll.
Setelah puas berkeliling di benteng kami pun pulang ke hotel untuk bersiap-siap menghadiri makan malam di KRI Banda Aceh yang sedang merapat di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. KRI tersebut dijadikan tempat start lomba renang triathlon dalam rangkaian acara Festival Bumi Rafflesia 2017. 
KRI Banda Aceh yang bersandar di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu

Ngantri buat naik  ke KRI
photo by @ichan.dgmc

Selain acara makan malam, di KRI tersebut juga berlangsung acara pengumuman pemenang lomba triathlon. Setelah seluruh rangkaian acara selesai kami pun pulang ke hotel untuk beristirahat.
Day 3
          Hari terakhir famtrip kali ini kami mengunjungi salah satu pusat oleh-oleh yang ada di kota Bengkulu. Para reserta famtrip langsung berburu oleh-oleh yang ingin mereka bawa pulang. Pusat oleh-oleh ini menyediakan berbagai macam makanan dan kerajinan khas Bengkulu, seperti lempuk, kue bay tat, sirup kalamansi, manisan terong, manisan rumput laut dan tidak lupa pula batik basurek khas Bengkulu serta berbagai kerajinan dari kulit lantung.
          Setelah puas berbelanja kami langsung menuju hotel santika untuk menghadiri konferensi pers sekaligus penutupan famtrip ini. Konferensi pers ini dihadiri oleh bapak kadispora Provinsi Bengkulu, perwakilan Alesha Wisata, serta beberapa media lokal Bengkulu. Acara famtrip kami berakhir dengan mengantar teman-teman blogger peserta famtip ke Bandara Fatmawati untuk segera kembali lagi ke daerahnya masing-masing.
Penutupan famtrip 2017
Photo by Media Center Bengkulu

Terima kasih banyak teman-teman blogger untuk ilmu dan pengalamannya. Senang sekali bisa bertemu dengan blogger-blogger kece seperti kalian. Terima kasih banyak juga untuk dispar Bengkulu dan Alesha Wisata yang sudah mengadakan famtrip dan mengajak kami traveling untuk mengeksplor Bengkulu.
Oh iya saya benar-benar belajar banyak dari para traveller blogger ini. Salah satunya untuk mendapatkan foto dan tulisan yang bagus itu gak gampang. Butuh proses dan revisi sana sini. Bahkan terkadang untuk memotret satu objek saja dibutuhkan bidikan kamera yang gak cuma sekali atau dua kali, tapi berkali-kali bahkan sampai puluhan kali meskipun yang akan digunakan hanya satu foto saja.
          Begitupun dengan tulisan-tulisan di blog mereka, butuh waktu untuk dan proses untuk membuatnya apik dan enak dibaca. Dibalik sesuatu  yang enak dipandang dan dibaca butuh proses dan perjuangan yang gak segampang membalikkan telapak tangan ya teman-teman.

Tulisan ini untuk menjawab tantangan Blogger Bengkulu dalam #NulisSerempak tentang #FestivalBumiRafflesia