| Archive for Maret 2020

Top Social

Featured Posts Slider

Senin, 30 Maret 2020

Vitalis Body Wash, Sensasi Mandi Parfum Setiap Hari



Memiliki banya sekali aktivitas sehari-hari tentu saja melelahkan, tapi aku selalu suka dengan kesibukan seperti ini. Berasa lebih produktif banget. Bagaimana tidak, Senin-Kamis aku harus kerja sedangkan Jumat-Sabtu harus kuliah, menyenangkan sekali. Lelah? Pasti, tapi seneng banget sih diberi kesibukan seperti ini.

Dengan padatnya aktivitas sehari-hari ini pastinya aku butuh me time. Nah salah satu me time aku adalah mandi. Setelah lelah bekerja dengan banyaknya aktivitas, mandi menjadi me time yang sangat menyenangkan dan menyegarkan tentunya. Terlebih lagi dengan adanya pandemik covid-19 sekarang, tentu saja kita harus lebih menjaga kebersihan.

Selain menyegarkan dan menenangkan, mandi juga pastinya bermanfaat untuk menjaga kebersihan. Nah karenanya mandi ini harus diperhatikan beberapa hal, jangan asal-asalan saja. Apa saja sih yang harus diperhatikan? Yang pertama tentunya harus menggunakan air yang bersih dengan suhu yang pas, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selain itu handuk yang digunakan juga harus bersih serta menggunakan sabun.

Kalau aku nih saat memilih sabun untuk mandi pastinya aku mempertimbangan aroma dari sabun tersebut. Sabun dengan aroma wangi yang kita sukai tentunya akan memberikan kebahagiaan dan menangkan. Sabun apa sih yang biasanya aku pakai? Sabun yang sangat aku suka wanginya adalah VitalisPerfumed Moisturizing Body Wash. Sabun ini memiliki tiga varian dengan wangi yang menyegarkan. Ketiganya masing-masing memiliki aroma unik dan berciri khas. Apa saja ketiga varian tersebut dan bagaimana aromanya?

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle (Skin Refreshing)

Vitalis body wash dengan kemasan berwarna hijau ini memiliki aroma green tea dengan sensasi yang tentunya sangat  menyegarkan. Kandungan ekstrak jeruk yuzu dan kandungan anti oksidan dari teh hijau dalam body wash ini menjadikan kulit terasa segar, halus dan lembut. Aroma segar dan floral bouquet menciptakan kesan feminism dan elegan.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty (Skin Nourishing)

Selanjutnya vitalis body wash dengan kemasan berwarna ungu ini memiliki aroma mawar dan violet yang segar dan terkesan feminim. Body wash yang diperkaya dengan ekstrak alpukat dan vitamin E ini sangat bermanfaat untuk menjaga kelembaban dan merawat kulit menjadi lembut dan elastis. Selain itu, terdapat aroma manis yang berasal dari tonka bean dan sandalwood premium yang sangat bermanfaat untuk kulit.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow (Skin Brightening)

Terakhir, vitalis dengan warna yang cewek banget nih. Body wash ini memiliki kemasan yang merupakan warna favorit kebanyakan kaum hawa, yaitu pink. Varian ini memberikan manfaat untuk menjaga kelembaban dan merawat agar kulit menjadi bersih dan tampak cerah bersinar karena adanya kandungan ekstrak licorice dari susu. Aroma fruity yang dimiliki body wash ini berasal dari buah cerry dan raspberry. Sedangkan aroma marshmellow dan gardenia memberikan aroma lembut dan elegan.

Ketiga varian dari vitalis body wash ini memiliki kemasan yang simple dan eye catching yang terkesan mewah dengan tutup bagian atas berwarna kuning emas. Selain itu, kemasan ini mudah dibuka dan ditutup dengan cukup menekan bagian atas tutup kemasan yang bertuliskan “press”. Ketiganya memiliki beberapa ukuran kemasan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan juga ada kemasan isi ulang (refill).

Tekstur dari vitalis body wash ini tidak terlalu kental ataupun cair. Body wash ini menghasilkan busa yang banyak meskipun hanya dituang sedikit. Oh ya, yang paling penting sabun ini tidak licin di kulit karena cepat bersih setelah dibilas. Dengan keunggulan-keunggulan yang dimilikinya ini, vitalis body wash dengan sensasi mandi parfum ini memiliki harga yang terjangkau tergantung ukuran kemasannya. Selain itu tentunya sangat memberikan percaya diri dengan wanginya yang menyegarkan.

Vitalis body wash yang diproduksi oleh PT Unza Vitalis ini sangat aku rekomendasikan untuk kalian terutama yang suka dengan wangi sabun yang menyegarkan.

Minggu, 01 Maret 2020

Trip to Bromo


Hi everyone! How’s your life? I hope you’re good. 

It is so long time I haven’t posting in my blog. Today I want to share you about my experience when I visited Bromo mountain a year ago. I know it is too late but it is OK then never :D 

Visiting Bromo was my wish list in 2014, but I had chance to visit it in 2019, Alhamdulillah :). My trip to Bromo was started from Malang. Me and my friend (Eka) prepared our trip a month before we went to Malang. We tried to find some tour travel which could bring us to Bromo. There are many tour travels that you can choose if you want to visit Bromo. They have different price and facilities. Their price usually start form Rp 300.000 per person for open trip to approximately Rp 1,7 million for private trip (it depends how many person in a trip). Some facilities which usually provided by them are photographer, transportation + driver, ticket fee for entering Bromo, mineral water, etc. 

After searching some tour travel, we decided to choose Bromoasik as our tour travel to Bromo. If you want to know more about it, you can visit their instagram account (@bromoasik). Why we decided to choose that tour travel? Because they provided facilities which we needed for our trip, such as photographer, transportation + driver, and ticket fee for entering Bromo. For your information, we got two photographers (Mas Iqbal and Mas Nabil) in our trip, but usually they only provide a photographer in one trip. Their price is also affordable, it is only Rp 325.000. 

We started our trip from Malang Station at 11.30 pm. We met our tour guide (Mas Nabil) and four our new friends who would have a trip to Bromo with us. Then we continued our trip to the travel agent’s base camp (I am forget where the location was). When we arrived to the base camp, there were some other people who wanted to have a trip to Bromo too. After waited for about 1.5 hours, we continued our trip to Bromo, It was about at 02.00 am. We started to Bromo early to avoid traffic jam in that area, because if we went to Bromo at 04.00 or 05.00 am, it would be crowded and we couldn’t park near the sunrise point. It means that we should walking quite far. 

We arrived to sunrise point at 3 am, we waited for sunrise while warmed our bodies in the fireplaces that were provided in a small stall around there. Besides small stalls, there also has a small prayer room (musolah) and some toilets. We also could buy some foods and drinks, such as fried banana, noodle, hot tea, hot coffee, hot milk, etc. They also sell some hat, scarf and rent jackets. 

Sunrise from Bromo
After having sholat subuh at 04.30 am, we waited about 30 minutes to see the sunrise. At 05.00 we saw sunrise from sunrise point. You know what? That was very wonderful, Masya Allah. All of us were very happy to see it, because if it was cloudy we couldn’t see the sunrise. Then, we climbed to the Kingkong Hill. It is one of the best place to see Bromo Mountain. We were little bit tired to climb the hill, but it was OK because we could see the wonderful of Bromo and took some pictures from there. From this hill, we could see Bromo, Batok and Semeru Mountain. We didn’t see Bromo mountain form sunrise point because there was very crowded. 
Bromo, Batok, Semeru

Eka, Me, Safira, and the man (I'm forget his name)
Sunrise point
From Kingkong Hill we also could see other mountains, but I didn't know the name of those mountains. It was literally above of sky when we are here. 
Other mountains which you can see from Kingkong Hill

Then we continued our trip to Widodaren Hill, Batok Mountain, Pasir Berbisik, Bukit Teletubbies and savanna. Of course we didn’t forget to take some pictures. Actually we wanted to go to Kawah Bromo, but all of us felt very tired, so we decided to not go to there (it means I must go to Bromo again one day :D). 
Widodaren

Batok Mountain
Savanna


Near of Pasir Berbisik there are many small stall that sell foods and drinks. There also many people who rent their horses. If you want to rent the horse, you must pay start from Rp 10.000 (only for taking picture with the horse) to Rp 150.000 ( If you want to be delivered to somewhere).
Small stalls around Pasir Berbisik
One of horse which you can rent in Bromo

I visited Bromo in March 2019. It was a rain season, so that the grasses in savana were green, but the sky was not bright. 


Edelweiss flower
We finished our Bromo trip at 12.00 pm. It was one of my wonderful experience. I was so happy because I could realize my wish list to visit Bromo in 2019. What’s next? Hmm Dieng please :)