| Puspita Yudaningrum - Blogger Traveling and Lifestyle

Top Social

Featured Posts Slider

Kamis, 02 Januari 2020

Hi 2020


Hi 2020
It’s not late to say welcome to 2020, right?
Well, first of all I would like to say thanks to 2019. Thanks for every single moment that happened in 2019. Thanks for making me believe that “we must have a dream”, even though it was not easy to achieve, but it could. Thanks for all happiness and sadness, those really made me became more wise in facing life.  Thanks for everything 2019, I learned a lot.

OK then, I think this year will be harder than the last year. There are some things that I want to achieve, both in my academic and my personal life. Next month I will face a "big" test. I know it will be not easy, but I will do my best for the test. I do hope I can pass it, aamiin :)

The next academic year in this year (2020/2021) will be the 20th year since the first time I became a student, it means that I have been a student almost 20 years. Well, I just realize that I have spent most of my life to study LOL :D.

Talking about study, I need more effort in this year. I must attend an International conference, not only as a participant but also as a speaker, then I must publish my research article in a journal. It sounds hard, but Insya Allah I can do it. One more thing that I must do in my study is, I must start to conduct my thesis in this year, hmm It will be challenging and I hope I can finish all of them :)

Then, one more thing that I ask to Allah in this year is, please give me a man who really love me and will be my husband, my partner in life, and my discussion partner. A man who know everything about me without judging, make me laughing effortlessly and I also can do those things to him as well. Allah, you are the only one who know it. Please send him to me.
Aamiin :)
Kamis, 19 Desember 2019

We Have Our Own Timeline


When I was a senior high school student, I ever had a dream to continue my study until master degree. And now I have it. It is actually not easy. There are many people out there who said that I am an ambitious. Well I admit that people who didn’t know me so well will think that I am an ambitious, but actually it is not. Hmm of course I can’t tell my reason here, I will only tell it with people who I trust and know me so well :)

Actually, my study in master degree is not as enjoy as in bachelor degree. Wait, it doesn’t meant I am not enjoying my life now. It is very awesome actually, but there is an empty space in my heart. I miss my best friends. I miss my student life without someone/many people giving me question “when” especially when they know if my friend or my classmate has married. I miss my life without someone judge me if I’m an ambitious. I miss my life without someone said “ You are continuing your study again, again and again. don’t you want to marry?, your friends already have getting married”.

Hmm, am I angry with them? No, I’m not. But my question is, are they don’t have an interesting question or statement? Because their questions are very boring for me. I am continuing my study it doesn’t me I don’t want to marry. I think almost of people want it, but hey! you have to remember that every single of us has our own timeline. So please, don’t compere my life to others.

But at the same time, I’m still grateful because many friends and family of mine are very open minded. They always support me, support my dream and being a good listener for me. I’m very enjoying my life and always eager to reach my dreams. This year taught to just keep going for whatever that I faced.

Well then, a few more days we will welcome a new year, 2020. I remember that at the end of December 2018 I ever prayed something that seems impossible at that time, but Allah gave it to me in the middle of 2019. And today, at the end of 2019, I pray for something that I really know if it is not easy to get, but I really hope that I can get it in 2020. Then I also hope that I will meet YOU (don’t ask me who is “you”) LOL :D

Oh, I am forgetting something, I must conduct my thesis and mini research for international conference in next year. I hope all of them will be running well :)



Selasa, 29 Oktober 2019

Film 99 Nama Cinta; Kisah Cinta dan Religi yang Tak Biasa


Mendengar nama Acha Septriasa, apa sih yang pertama kali terlintas dalam pikiranmu? Perempuan cantik jebolan gadis sampul ini sudah tidak asing lagi di jagat perfilman tanah air. Aktingnya sangat bagus pada setiap perannya dalam film membuatnya selalu sukses memerankan karakternya dalam film. 


Review Trailer Film 99 Nama Cinta


MNC Film Indonesia menggelar acara review trailer film 99 Nama Cinta beberapa hari lalu. Film romantisme yang dibalut dengan kehidupan di pondok pesantren ini menjadi daya tarik tersendiri.

Film ini berceritaa tentang Talia yang diperankan Acha Septriasa, seorang perempuan mandiri yang ambisius dalam berkarir. Talia berprofesi sebagai presenter salah satu acara gossip yang sekaligus seorang produser. Ia sangat terobsesi dan menomor satukan karir di atas segalanya. Bahkan ia tidak memperdulikan hal lain dan melakukan segala cara demi karirnya semakin baik. 

Dalam kesibukkannya mengejar karir, Talia bertemu dengan Kiblat yang diperankan oleh Deva Mahendra. Ustad muda dan gaul ini membimbing dan menyadarkan Talia bahwa hidup butuh penyeimbang. Hidup tidak hanya tentang kerja dan mengejar ambisi, namun juga butuh ketenangan.

Dua tokoh yang sangat berbeda karakter ini membuat film 99 Nama Cinta menjadi hidup. Sama seperti film cinta lainnya, film ini juga memiliki kisah tentang jatuh cinta, cemburu dan sayang. 

Proses Syuting 

Film 99 Nama Cinta ini merupakan film pertama Acha setelah menjadi seorang ibu. Acha yang saat ini sudah tinggal di Australia harus pulang ke Indonesia dalam waktu yang cukup lama untuk keperluan syuting. Tentu saja ini menjadi tantangan tersendiri bagi Acha untuk bisa bekerja sambil mengasuh anak sendirian,  

Salah satu tempat yang dijadikan lokasi syuting pembuatan film ini adalah Kediri. Cuaca Kediri yang terik pada siang hari dan sangat dingin pada malam hari ditambah dengan angina yang kencang menjadi tantangan tersendiri untuk para pemain film 99 Nama Cinta ini. 

Lokasi syuting ini harus ditempuh selama tiga jam perjalanan darat. Berlokasi di kebun cokelat yang ada di kota tersebut. 

Cast and Crew


Skenario film ini ditulis oleh Garin Nugroho dan disutradari oelah Danial Rifki. Kolaborasi antara production house, crew dan pemain film tentu saja akan menjadi tolak ukur dari kualitas film yang dihasilkan. Dan wajar saja kita dari trailernya saja kita bisa melihat betapa kerennya film 99 Nama Cinta ini. 

Oh ya, selain Acha Septriasa dan Deva mahendra, terdapat banyak pemain-pemain lainnya yang terlibat dalam film ini. Siapa saja? Ada Ira Wibowo (ibu Talia), Dony Damara (Kyai Umar), Chicki Fawzi (Husna), Adinda Thomas (Mlenuk), Susan Sameh (Chandra), Dzawin (Ustaz Bambu), dan Robby Purba (Head Programming).

Bagaimana? Sudah penasaran dengan film 99 Nama Cinta ini? Yuk lah, jangan lupa nonton ya mulai tanggal 14 Novembar 2019.




Senin, 21 Oktober 2019

Transportasi untuk Mendukung Ekonomi dan Pariwisata Indonesia


Dalam melakukan kegiatan sehari-hari, apa sih yang sangat mempengaruhi mobilitas kamu? Pasti jawabannya adalah transportasi. Apalagi untuk kamu yang hobi jalan-jalan atau bepergian, sudah pasti hal yang sangat utama harus ada adalah sarana transportasi.

Transportasi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Bahkan bisa dikatakan tidak bisa melakukan aktivitas tanpa didukung dengan transportasi. Bisa dibayangkan jika tidak adanya transportasi maka mobilitas kita tentu saja akan berjalan lambat.

Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan membuat infrastruktur transportasi menjadi hal vital yang harus diperhatikan pemerintah. Infrastruktur transportasi yang baik dapat mempermudah suplai barang dan jasa ke berbagai wilayah, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia. Selama lima tahun terakhir, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membangun berbagai sarana dan prasarana transportasi pada sektor darat, laut, dan udara di berbagai wilayah di Indonesia.

Sumber: BKIP Kemenhub

Berbagai pembangunan infrastruktur telah dilakukan baik diperkotaan maupun di pelosok desa. Selama periode 2014-2018, sebanyak 21 pelabuhan penyebrangan baru dibangun untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil. Beberapa di antaranya adalah Pelabuhan Penyebrangan Kuala Tungkal di Jambi, Pelabuhan Penyebrangan Seba di Nusa Tenggara Timur, dan Pelabuhan Penyebrangan Amahai di Maluku.

Lain halnya dengan pelabuhan penyebrangan, perkeretaapian merupakan sarana transportasi yang banyak dimanfaatkan di perkotaan. Sarana ini juga semakin penting keberadaannya, terbukti dengan data jumlah penumpang kereta api dari tahun 2014-2108 yang mencapai 1.779.519.569 orang.

Pembangunan jalur kereta api termasuk jalur ganda dan reaktivasi tahun 2018 ditargetkan mencapai 366,60 km’sp. Pembangunan jalur ganda kereta api ini bertujuan untuk meningkatkan waktu tempuh dan meningkatkan kapasitas lintas kereta. Contohnya, dengan keberadaan jalur ganda, waktu tempuh kereta yang awalnya 100-120 menit akan menjadi 60-90 menit sementara kapasitas lintas akan meningkat dari 54 kereta api menjadi 114 kereta api.


Peran Transportasi dalam mendukung Ekonomi dan pariwisata Indonesia


Pariwisata Indonesia selama ini tak pernah bisa dilepaskan dari peran transpotasi sebab wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara yang ingin berkunjung ke beragam destinasi wisata yang tersebar di Nusantara didukung sektor trasnportasi.

Pariwisata tidak bisa dilepaskan dari yang namanya 3 A, yakni Akses, Amenitas, dan Atraksi. Untuk transportasi masuk dalam Akses. Adapun Akses di Indonesia guna mendukung pengembangan pariwisata Indonesia tergolong lengkap.

Ada yang menggunakan darat, laut, dan udara. Memanfaatkan jalur darat, wisatawan juga bisa memakai jasa kereta api. Di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI) identik dengan melayani destinasi wisata yang tersebar di Jawa. Tak hanya itu, masih ada yang tengah booming, yaitu KA Pariwisata.
Kereta wisata Priority telah secara resmi melayani wisatawan dari Jakarta ke Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang), destinasi wisata yang termasuk dalam 10 Bali baru. Selain itu, para pelancong juga bisa menggunakan jasa PT Pelni, yaitu memakai kapal menuju destinasi yang ada di Indonesia. Masih ada cruise untuk wisatawan yang berkantung tebal. Sementara yang masih mejadi favorit wisatawan ketika datang ke berbagai destinasi wisata yang ada di Nusantara dengan menggunakan jasa transportasi udara, yakni pesawat terbang.

Selain dalam bisang pariwisata, kemajuan tranportasi ini juga sangat mendukung perkembangan perekonomian Indonesia. Dengan adanya sarana transportasi, pendestribusian barang dan jasa menjadi lancar. Hal ini dapat memptong biaya angkut atau distribusi sehingga tingkat harga barang dan jasa dapat lebih dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Dengan demikian akan berdampak pada peningkatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.



Website Kemenhub
Sosmed:
Twitter
Facebook
Instagram