Selasa, 05 September 2017

Jejak Peninggalan Inggris di Bengkulu

Kira-kira kalo membayangkan Inggris apa yang ada dalam benak kalian? Ratu Elizabeth, Istana Buckingham, Big Ben, Tower Bridge, atau yang lainnya? Hmmm kalo aku sih selain membayangin yang aku sebutin tadi aku juga kepikiran sama suasana sekolah di Inggris. Yeah! Sekolah di Inggris!
Maksud hati ingin kuliah di Inggris tapi apa daya kesempatan belum sampai :D. Dari dulu sampai sekarang Inggris tetap menjadi negara tujuanku untuk lanjut kuliah. Kenapa? Duh panjang kalo mau dijelasin di sini. Nah, berhubung melanjutkan kuliah di Inggrisnya belum kesampaian, sekarang aku nulis dulu peninggalan Inggris di Bengkulu nih dan sambil tetep berharap banget bisa lanjut kuliah di sana hehehe aamiin :D

1. Fort Malborough


Fort malborough atau benteng malborough merupakan benteng pertahanan terbesar Inggris di Asia Tenggara. Benteng ini didirikan atas inisiasi dari Joseph Collet untuk menggantikan Fort York karena kondisinya yang telah buruk dan tidak layak digunakan sebagai benteng pertahanan. Pembangunan benteng malborough terjadi dari tahun 1714-1719. Selian sebagai wisata sejarah, sekarang benteng ini sering dijadikan tempat foto kekinian, terlebih sekarang sudah ada ruang pameran dan ruang audio visual. Sejarah dan kondisi lebih lengkap tentang benteng malborough bakalan aku bahas di postingan selanjutnya ya :)
Jln. Benteng Kebun Keling
Kec Teluk Segara, Bengkulu

Jam Operasional: 08.00-17.00 WIB (buka setiap hari)
Tiket Masuk: Dewasa (Rp 5.000), anak-anak (Rp 3.000)

2. Tugu Thomas Parr


   Tidak jauh dari benteng malborough atau sekitar 170 meter ke arah tenggara dari Benteng Malborough terdapat tugu peringatan atas terbunuhnya Thomas Parr atau masyarakat Bengkulu sering menyebutnya tugu bulek (bundar). Thomas Parr merupakan residen Inggris yang sangat kejam. Ia menerapkan kebijakan dengan mengontrol semua aspek perdagangan, membubarkan Laskar Bugis, mencampuri keputusan pengadilan, dan tanam paksa kopi. Kebijakan yang dilakukannya itu mengakibatkan kekecewaan dan kebencian terhadap Parr. 23 Desember 1807 di rumah kediamannya yang disebut "Mount Felix" sekelompok orang melakukan penyerangan dan pembunuhan.
   Akibat peristiwa ini, Parr terbunuh dan istrinya terluka. Charles Murray sekretaris Parr yang berusaha melindunginya juga meninggal pada 7 Januari 1808. Thomas Parr dan Charles Murray dimakamkan di dalam benteng Malborough. Ia memerintah di Bengkulu tahun 1805 sampai 1807, untuk memperingati jasanya Kerajaan Inggris membangun tugu Thomas Parr.
3. Kantor Pos Lama


Di sebelah tugu Thomas Parr terdapat sebuah kantor pos yang dibangun tahun 1817 pada masa pemerintahan Inggris  di Bengkulu. Kantor pos ini merupakan kantor pos pertama dan tertua di Bengkulu. Design bagunan ini sangat bernuansa rumah atau kator dengan kebudayaan Inggris yang memiliki loteng dan tempat perapian untuk menghangatkan tubuh. Sekarang kantor pos ini sudah tidak digunakan, namun kantor post baru dibangun di sebelah bangunan ini.

4. Rumah Thomas Stamford Raffles


Tidak jauh dari benteng malborough atau sekitar 300 meter ke arah utara dari benteng terdapat sebuah rumah yang dulunya digunakan sebagai tempat kediaman dari Raffles yang merupakan gubernur Inggris pertama dan terakhir di Bengkulu. Selama tugasnya di Bengkulu sejak tahun 1818, Raffles dan keluarganya tinggal di rumah dinas di luar Benteng Malborough. Saat ini rumah Raffles digunakan sebagai rumah dinas gubernur Bengkulu. Oh iya di depan (seberang) rumah dinas gubernur ini terdapat lapangan merdeka yang bisa dikatakan sebagai alu-alun kota Bengkulu dan dijadikan pusat kegiatan-kegiatan besar di Bengkulu, contohnya festival tabot.

5. Makam Inggris


   Selain bangunan-bangunan bersejarah tersebut, peninggalan Inggris yang tidak kalah menarik di Bengkulu adalah makam Inggris. Makam ini digunakan sebagai tempat pemakaman masyarakat Inggris yang meninggal di Bengkulu pada masa pemerintahannya di sini. Oh iya empat orang anak Raffles yang meninggal di Bengkulu pun dimakamkan di tempat pamakaman ini. Leopold Stamford (3), anak kedua Raffles meninggal tahun 1821. Setahun kemudian Stamford Marsed (2) anak ketiga yang lahir di Bengkulu meninggal karena radang usus. Beberapa hari kemudian, anak pertama Raffles, Charolatte (4) juga meninggal karena penyakit yang sama (14 Januari 1822). Terakhir anak kelima Raffles juga meninggal pada 28 November 1822. 
   Makam Inggris ini berada di kel. Jitra, letaknya tidak jauh dari Benteng Malborough tadi atau hanya sekitar 5 menit perjalanan menggunakan motor/mobil. Untuk masuk ke tempat ini kita hanya perlu mengisi buku tamu dan membayar seikhlasnya kepada penjaga makam. Makam ini buka setiap hari, jadi bisa datang kapan pun ya.

Nah itu tadi peninggalan-peninggalan Inggris yang ada di kota Bengkulu. Semoga setelah membaca blogpost aku ini kita bisa sama-sama kuliah di Inggris. Eh salah, semoga kita sama-sama memiliki pengetahuan baru tantang peninggalan dari masa pemerintahan Inggris di Bengkulu. 

11 komentar:

  1. Benteng Marlborough emang udah jadi tempat favorite wisatawan lokal diseluruh Indonesia bahkan wisatawan asing pun nggak kalah menarik buat mendatangi benteng ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Apalagi sekarang, fasilitas nya lebih lengkap

      Hapus
  2. Kapan itu makam dicat putih semua. Nilai historisnya kurang, jadinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin maksudnya agar terlihat rapi dan terawat mbak hehe

      Hapus
  3. Save. Saya blm pernah lihat makam Inggris mbak, takut

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha sama sekali nggak menyeramkan kok mbak. Aku aja ke sana sendirian loh hehe

      Hapus
  4. baru tau klo kantor pos lama juga peninggalan inggris..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak itu peninggalan Inggris loh, tapi jarang terekspose hmmm

      Hapus
  5. Eh, itu kantor pos peninggalan inggris juga? Ooo...baru tahu jeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, dibangun saat pemerintahan Inggris di Bengkulu

      Hapus
  6. Banyak sekali ya objek wisata sejarah di Kota Bengkulu

    BalasHapus